Atas Beton Blok C5 Roboh, 451 KK di Rusan Marunda Direlokasi

AKURAT.CO - Sebanyak 451 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Rusunawa Marunda Blok C akan direlokasi ke Rusun Nagrak.
Hal ini karena atap beton di Blok C5 yang roboh dan atas rekomendasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menyebut bahwa Blok C sudah tidak layak huni.
Plt. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Provinsi DKI Jakarta, Retno Sulistiyaningrum menyebut peristiwa robohnya atap beton Blok C5 terjadi pada Rabu (30/08) sekira pukul 21.10 WIB.
Baca Juga: 8 Manfaat Apel untuk Kecantikan, Kulit hingga Rambut
"Dak beton pada Blok C5 mengalami rubuh. Lokasi sekitar hall belakang.
Jumlah korban jiwa, tidak ada," ujar Retno saat dikonfirmasi, Senin (04/09).
Ia menambahkan, saat ini DPRKP sudah melakukan sosialiasi kepada warga terkait relokasi ke Rusun Nagrak.
"Pada Kamis 31 Agustus, disosialisasikan bahwa warga segera dipindahkan ke rusun Nagrak (451 KK). Sekarang warga sudah mulai mengangkut barangnya secara bertahap," terangnya.
Baca Juga: 10 Tips Mengatasi Oversharing
Senada dengan Retno, Kepala UPRD II DPRKP DKI Jakarta, Uye Yayat Dimyati menambahkan bahwa rencana relokasi sudah direncanakan sejak tahun lalu.
"Sebetulnya sosialisasi untuk relokasi itu sudah dilaksanakan pada Maret 2022, tertunda karena adanya lonjakan kasus covid-19 saat itu. Dan Rysun Nagrak sebagai tempat relokasi digunakan untuk isolasi covid-19," imbuh Uye.
Dikatakan Uye, relokasi dilakukan semata-mata bukan hanya karena ambruknya Blok C5, tapi karena adanya rekomendasi BRIN terkait kondisi bangunan Blok C.
Baca Juga: Generasi Z Indonesia: Antara Serbainstan dan Tantangan Masa Depan di Dunia Kerja
"Relokasi dilakukan karen bangunan akan direvitalisasi mengingat sesuai hasil rekomendaru dari BRIN cluster C sudah tidak layak huni. Mengingat beberapa lokasi bangunan sudah sangat membahayakan," terangnya.
"Bukan (karena atap beton roboh). Memang karena sudah dari tahun lalu kita plan. Warga yang sebagian sulit dipindah. Yang sekarang ini leih tegas karena mengutamkan keselamatan jiwa," tegas Uye.
Dikatakan Uye, sebanyak 451 KK itu merupakan warga dari 5 Blok dan 5 RT di dalamnya.
Lebih lanjut, Uye mengatakan relokasi ditargetkan selesai pada September rahun ini.
"Relokasi disegerakan pada bulan September ini. Rencana September ini semua warga sudah kita relokasi," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 8Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



