Waduh! Politisi Anti-Islam Menangi Pemilu Belanda, Bakal Larang Jilbab hingga Masjid

AKURAT JAKARTA - Geert Wilders (60), seorang politisi anti-Islam secara mengejutkan meraih kemenangan telak di Pemilu Belanda.
Partai Kebebasan (PVV) yang dipimpin Geert Wilders, meraih 37 kursi di parlemen. Perolehan ini naik dua kali lipat dibanding pemilu sebelumnya.
Raihan 37 kursi juga menjadikan partai yang dipimpin Geert Wilders memiliki kursi terbanyak, mengungguli lawan-lawannya.
Dikutip dari kantor berita AFP, Kamis (23/11/2023), penghitungan suara Pemilu Belanda sudah hampir selesai. Sejauh ini, PVV menjadi pemenangnya.
Baca Juga: Sore Ini Ada Konser Gratis OKAAY dan Awdella di Teraskota BSD Tangerang, Buruan Datang!
Namun, banyak pihak yang menyebut kemenangan Geert Wilders sebagai salah satu kekacauan politik terbesar di Belanda, sejak Perang Dunia II.
Kemenangan Geert Wilders tak hanya menyebabkan kekhawatiran umat Islam di Belanda, namun juga mengguncang seluruh negara-negara Eropa.
Sebab, Wilders yang dikenal sebagai 'Politisi Monster' ini diketahui selama ini anti-Uni Eropa. Dia bahkan menginginkan adanya pemungutan suara, terkait "Nexit" untuk meninggalkan blok tersebut.
Di dalam negeri Belanda sendiri, Wilders juga punya tugas berat. Ia harus membujuk dan meyakinkan lawan-lawan politiknya, untuk bergabung membentuk koalisi yang kuat.
Pemimpin komunitas Muslim di Belanda pun langsung menyuarakan keprihatinannya atas kemenangan Wilders dan berharap 'musibah' tak menimpa mereka.
Sebab selama kampanye, salah satu program PVV adalah menjanjikan pelarangan Al-Quran, masjid dan jilbab, di negeri kincir angin tersebut.
"Saya tidak tahu apakah umat Islam masih aman di Belanda. Ini musibah. Saya sangat khawatir dengan negara ini," ujar Habib el Kaddouri, dari Asosiasi SMN Maroko Belanda, kepada media lokal ANP.
Tahun lalu, Geert Wilders membuat pernyataan kontroversial yang menyinggung martabat bangsa Indonesia.
Ia mengkritik Perdana Menteri (PM) Belanda, Mark Rutte, yang telah menyampaikan permintaan maaf atas kekerasan ekstrem dan sistematis yang terjadi saat perang Kemerdekaan Indonesia tahun 1945-1950.
Baca Juga: Alhamdulillah 12 Orang Marbot di Jakarta Dapat Hadiah Umroh
Namun politisi sayap kanan itu menganggap, permintaan maaf itu tidak pantas disampaikan perdana menteri, karena Belanda juga banyak dirugikan selama perang kemerdekaan Indonesia.
Malah menurutnya, justru Indonesia yang harus meminta maaf kepada Belanda. Gila kan. Dasar penjajah tak tahu diri! (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 8Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

