Jakarta

Innalillahi! Tembok Roboh Timpa Warung, Tiga Orang Tewas: Pasutri dan Anaknya, Sedangkan Cucunya Selamat Namun Luka-luka

Sastra Yudha | 21 Januari 2024, 19:18 WIB
Innalillahi! Tembok Roboh Timpa Warung, Tiga Orang Tewas: Pasutri dan Anaknya, Sedangkan Cucunya Selamat Namun Luka-luka

AKURAT JAKARTA - Tragedi memilukan terjadi di Tebet, Jakarta Selatan. Tembok pagar di Jl. Prof Dr. Soepomo SH, RT 01 RW 03, Tebet, Jakarta Selatan, ambruk atau roboh pada Minggu, 21 Januari 2024, sekitar pukul 11.55 WIB.

Tembok yang roboh ini lokasinya persis di samping SPBU Tebet. Tembok roboh tersebut menimpa warung dan menyebabkan tiga orang tewas, satu luka-luka.

Korban tewas akibat tembok roboh adalah pasangan suami istri atau pasutri; Sumedi Riyanto (80) dan Thio (74), serta anaknya bernama Ami Kusuma Dewi (35). Sedangkan cucunya, Muhammad Fabian (8) selamat, namun alami luka-luka.

Baca Juga: CATAT! Promo FAMILYMART HEMAT GAJIAN Periode 22 Sampai 31 Januari 2024, Diskon Beras, Telur, sampai Minyak Goreng

Anak pertama korban, Amri (42), mengatakan bahwa kedua orang tuanya sudah lama berjualan di lokasi tersebut.

Bahkan, warung tersebut sudah ada sebelum dirinya lahir. Artinya, warung tersebut sudah berusia lebih dari 50 tahun.

"Sudah ada dari ibu saya masih gadis," kata Amri saat ditemui wartawan di tempat kejadian perkara (TKP), samping SPBU Tebet, Minggu (21/1/2024).

Amri mengungkapkan, sebelum kejadian nahas itu, dirinya sempat menemani ibunya yang sedang sakit.

Tak lama kemudian, adiknya yang bernama Ami Kusuma Dewi datang. Ia pun bergantian menemani ibunya.

"Jadi, saya habis kasih makan ibu saya. Ngasih obat. Kebetulan adik saya datang, terus kita tukeran. Saya bilang, saya mau ke bawah sebentar. Ketika saya sampai di bawah, nggak lama teman saya ngabarin kalau temboknya roboh," katanya.

Baca Juga: Ini 10 Penulis Novel Terkenal Beserta Karya Terbaiknya, Wajib Masuk Daftar Baca Nih!

Diakui Amri, tembok yang roboh tersebut memang sudah lama miring dan retak. Namun karena tak ada tempat lain, keluarganya tetap berjualan di samping tembok tersebut.

"Kalau tembok rentan roboh udah tahu sejak lama. Karena memang sempat ada teguran dari warga, bahwa tembok ini posisiya sudah miring. Ada retak-retak juga," pungkasnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.