Jakarta

Rekayasa Cuaca Bakal Dijadikan Solusi Bagi Pemprov DKI Atasi Polusi Udara, Hari Jumat Ini Jakarta Terburuk Kedua di Dunia

Yasmina Nuha | 21 Juni 2024, 16:32 WIB
Rekayasa Cuaca Bakal Dijadikan Solusi Bagi Pemprov DKI Atasi Polusi Udara, Hari Jumat Ini Jakarta Terburuk Kedua di Dunia

AKURAT JAKARTA - Tingkat polusi udara di Jakarta beberapa hari terakhir menjadi sorotan public, karena berada di posisi tertinggi dunia.

Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengatasi masalah polusi udara dengan merekayasa cuaca.

"Jadi BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) DKI saya sudah minta untuk bisa melakukan beberapa rekayasa cuaca," ungkapnya kepada pers di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (12/6/2024).

Ia berharap melalui teknologi rekayasa cuaca tersebut bisa menurunkan masalah situasi dan kondisi udara buruk di Jakarta saat ini.

Baca Juga: Kabar Baik! Bruno Mars Bakal Konser di Jakarta, Catat Tanggalnya dan Info War Tiket di Sini

Dikutip dari laman resmi Badan Riset dan Penanggulangan Nasional (BRIN), rekayasa cuaca atau hujan buatan dilakukan dengan menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Dalam prosesnya, awan potensial dapat dipicu dengan menebar garam, sehingga bisa terjadi hujan di tempat tertentu yang diinginkan sesuai kebutuhan.

Sebelumnya, Heru juga mengungkapkan berbagai solusi untuk mengatasi polusi udara di Jakarta, salah satunya dengan teknologi water mist.

"Tapi DKI kan ada watermist, nanti ada pembatasan kendaraan, uji emisi," ujarnya.

Dikutip dari situs IQ Air, tingkat polusi udara di Jakarta pada pagi kemarin, Selasa (20/6/2024), berada di posisi pertama dunia setelah Kinshasa, Kongo dan Kampala, Uganda.

"Konsentrasi PM 2,5 di Jakarta saat ini 23,4 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO," tulis IQ Air melalui situs resminya.

Baca Juga: SIM Indonesia Dapat Digunakan di Luar Negeri, Mulai Filipina, Malaysia hingga Thailand.

Per hari ini, Jumat (21/6/2024), tingkat polusi udara di wilayah Jakarta berada di kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Saat ini, tingkat polusi udara di Jakarta berada di posisi kedua dunia di bawah Kinshansa, Kongo dengan nilai AQI US sebesar 155. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.