Udara Jakarta Semakin Buruk, Heru Budi Ajak Warga Hidup Sehat Lewat Program 7.500 Langkah, Apa Itu? Simak Penjelasannya

AKURAT JAKARTA - Belakangan ini tingkat polusi udara di Jakarta menjadi sorotan publik, karena sering berada di posisi terburuk di dunia.
Bahkan, dikutip dari IQ AIR, Jakarta sempat berada di posisi pertama polusi udara tertinggi di dunia, yaitu pada Selasa (20/6/2024) pagi.
Saat itu, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta mencapai angka 229. Polusi udara ini dapat menyebabkan berbagai penyakit.
Karena itu, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, mengajak masyarakat untuk hidup sehat, salah satunya dengan program 7.500 langkah.
Baca Juga: Pengamat Tata Kota: Jakarta Belum Kehilangan Status Ibu Kota Setidaknya 5 Tahun ke Depan
Heru mengatakan bahwa program ini ialah melakukan pola hidup sehat dengan cara berjalan kaki 7.500 langkah per hari.
"Salah satu tujuan untuk masyarakat agar sehat adalah mandiri terhadap dirinya, yaitu minimal salah satunya adalah olahraga melalukan 7.500 langkah," ungkapnya kepada pers di Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (20/6/2024).
Selain berjalan, pola hidup sehat yang setara dengan program tersebut juga bisa dilakukan dengan bersepeda sepanjang 20 KM per hari.
"Kadang-kadang naik sepeda sudah lebih dari 7.500, sehari tiap hari 20 kilo sepeda," katanya.
Sebelumnya, pemerintah telah gencar melakukan kampanye terkait program ini dengan nama Jakarta Berjaga yang dikampanyekan sejak April 2024 lalu.
Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta melakukan Kick Off Jakarta Berjaga di Piazza Gandaria City, Jakarta Selatan, Minggu (28/4/2026).
Program ini mengajak sebanyak kurang lebih 5.000 peserta dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pihak swasta mengikuti kegiatan jalan sehat 7.500 langkah selama dua pekan terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspita, mengapresiasi pemerintah yang telah mengampanyekan gerakan pola hidup sehat bagi warga Jakarta.
"Mudah-mudahan Jakarta Berjaga dapat memotivasi ASN Jakarta dan seluruh lapisan masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat," ungkapnya dikutip dari laman resmi Pemprov DKI.
Melalui kegiatan ini, lanjutnya, dibentuk juga agent of change sebanyak 26 orang yang terdiri dari ASN DKI Jakarta, institusi pendidikan, swasta, influencer dan masyarakat.
"Melalui agent of change diharapkan dapat mendorong setiap individu untuk berkomitmen melakukan aktivitas fisik minimal 7.500 langkah per hari," harapnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 8Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




