Jakarta

Temani Gibran Tinjau Kali Semongol hingga Kamal Muara, Heru Budi: Semoga Banjir di Tegal Alur Jadi Berkurang

Yasmina Nuha | 28 Juni 2024, 16:15 WIB
Temani Gibran Tinjau Kali Semongol hingga Kamal Muara, Heru Budi: Semoga Banjir di Tegal Alur Jadi Berkurang

AKURAT JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, menemani Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka meninjau proyek pengerukan Kali Semongol, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (28/6/2024) pagi.

Heru Budi mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan bagaimana kondisi proyek pengerukan Kali Semongol ini.

"Mengecek beberapa proyek, yaitu proyek banjir Semongol dan beliau memastikan apakah berjalan dengan baik," kata Heru di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (28/6/2024).

Baca Juga: Dukung Satgas Pemberantasan Perjudian, BRI Aktif Blokir Ribuan Rekening Terindikasi Jadi Tempat Penampungan Uang Judi Online

Heru menyampaikan bahwa kondisi Kali Semongol ini sudah dikeruk dan akan berlanjut ke tahap pemasangangan dinding penahan (Sheet Pile) untuk memperkuat kontruksi bangunan.

"Semongol sudah dikeruk dengan kondisi trase yang ada nanti lanjut sheet pile," kata Heru.

Ia pun berharap, melalui proyek pengerukan Kali Semongol ini dapat mengatasi banjir yang kerap terjadi di kawasan Tegal Alur, Kalideres.

"Semoga yang kemarin banjir sudah bisa berkurang dan nanti ditambah pompa di Kamal (Benda)," harap Heru.

Sebelumnya, Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudis SDA) Jakarta Barat telah melakukan pengerukan Kali Semongol Kecamatan Kalideres dan pembangunan saluran penghubung (PHB) Kamal Benda.

Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Barat, Purwanti Suryandari, mengatakan proyek ini dimulai pada April 2024 setelah lebaran Idul Fitri.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Museum Gratis di Jakarta, Nikmati Weekend Tanpa Bosan

Dikutip dari laman resmi Pemda Jakarta Barat, Purwanti mengatakan, terdapat dua titik pengerukan, yakni titik pertama di dekat pompa RW 01 Kamal Muara dan titik kedua di Jembatan Risma.

"Untuk pelaksanaannya sekitar 4 bulan karena aksesnya susah perlu estafet untuk loading ke trucknya," katanya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.