Jakarta

KPAI Temukan Peserta PPDB SD di Jakarta Jalur Afirmasi Tak Diterima, Padahal dari Keluarga Tak Mampu, Begini Tanggapan Heru Budi

Yasmina Nuha | 7 Juli 2024, 19:02 WIB
KPAI Temukan Peserta PPDB SD di Jakarta Jalur Afirmasi Tak Diterima, Padahal dari Keluarga Tak Mampu, Begini Tanggapan Heru Budi

AKURAT JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), menemukan aduan dari masyarakat dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 jalur afirmasi.

Dalam laporan tersebut, salah satunya berasal dari siswa SD di Jakarta yang tak bisa mendaftar lewat jalur afirmasi, karena tak terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Padahal, menutut KPAI, siswa tersebut seharusnya berhak masuk jalur afirmasi PPDB, karena masuk kategori tidak mampu berdasarkan data-data yang mereka terima.

Baca Juga: Rusunawa Marunda Mulai Direvitalisasi, Pemprov DKI Lakukan Proses Pengosongan dan Pendataan Aset Akibat Penjarahan

Menanggapi hal tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan terkait aduan tersebut.

"Iya nanti saya cek ya, kalau seperti itu dicek berbagai pengecekan, cek NIK-nya, cek alamatnya. biasanya semua itu dicek," kata Heru kepada pers di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2024).

Heru pun menjelaskan bahwa mereka akan mengecek apakah benar siswa tersebut memang tidak mampu dan sesuai dengan persyaratan jalur afirmasi PPDB.

Selain itu, ia pun menerangkan beberapa kendala yang bisa menjadi penyebab terkait siswa tersebut tidak bisa mendaftar jalur afirmasi.

"Kemarin ditemukan dia baru 6 bulan (terdata di DTKS), yang kedua nitipin nih (siswa itu) ke keluarga yang di Jakarta kurang dari 1 tahun. Namun demikian kan ada tahapan berikutnya 6-7 bulan kemudian," katanya.

Baca Juga: 4 Tim Jagoa Bakal Adu Kehebatan di Babak Semifinal Piala Eropa 2024, Belanda Bertemu Inggris, Spanyol Tantang Prancis

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa akan terus memfasilitasi dan tidak membatasi anak-anak untuk sekolah, baik anak-anak warga Jakarta, maupun wilayah sekitar Jakarta

"Jika ada bangku kosong ya difasilitasi. Sekali lagi saya tidak mengurangi, membatasi anak-anak bersekolah di Jakarta," katanya.

Namun, sebagai Pj Gubernur DKI, Heru berpesan agar pemerintah daerah di sekitar Jakarta dapat berkolaborasi untuk pemerataan fasilitas pendidikan di wilayah luar sekitar Jakarta.

Baca Juga: Yuk! Nikmati Pesona Tanaman Hias dan Hewan Peliharaan Bernuansa Mancanegara di Pameran Flona 2024, Tersedia Juga 30 Stan Kuliner, Cek Lokasinya

"Tapi pemerintah daerah berkolaborasi. Saya udah ngalamin ini 2 tahun, DKI udah ngalamin bertahun-tahun gak merubah-rubah, bagaimana? Ya saya minta pemerintah pusat bantu ini supaya selesai pelan-pelan," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.