Demo Tolak UU Cipta Kerja Tidak Didengar Pemerintah, 5 Juta Lebih Buruh Ancam Mogok Nasional

AKURAT JAKARTA - Partai Buruh bersama Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) kembali mengadakan aksi demo terkait pencabutan UU Cipta Kerja di depan Patung Kuda Monas, Jakarta Pusat, Senin (8/7/2024).
Tidak hanya di Jakarta, aksi demo juga akan dilakukan di kantor-kantor Gubernur, Bupati, dan Walikota di berbagai kota seperti Semarang, Surabaya, Batam, Medan, Pekanbaru, Banda Aceh, Gorontalo, Banjarmasin, dan Makassar.
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan saat ini perkumpulan buruh sedang menunggu hasil keputusan sidang dari Mahkamah Konstitusi (MK) terkait kelanjutan UU Cipta Kerja ini.
Baca Juga: Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja Penyebab PHK Massal, Partai Buruh: Buang Aja Ke Tempat Sampah
Lebih lanjut, jika UU Cipta Kerja masih diteruskan, maka ia mengatakan mereka akan mempersiapkan mogok kerja buruh secara nasional di berbagai wilayah Indonesia.
"Kami mempersiapkan mogok nasional, menunggu hasil keputusan sidang terakhir. Boleh dikatakan dalam bulan ini. Ya, karena kita kan harus menunggu jadwal daripada Mahkamah Konstitusi," kata Said.
Ia mengatakan bahwa minimal para buruh akan mogok kerja sehari dan tidak melakukan demonstrasi lagi karena tidak terlalu berpengaruh.
Baca Juga: Seminggu Jadi Pelatih Baru Persija, Carlos Pena: Lakukan Yang Terbaik di Hari Pertama
"Jadi nggak seperti sekarang demonstrasi besar, nggak ada pengaruh. Kita demonstrasi juga dicegat, kita demo berulang-ulang juga nggak didengar," katanya.
Ia pun mengatakan jumlah buruh yang akan mogok kerja nasional diperkirakan akan melibatkan lebih dari 5 juta buruh yang akan berhenti produksi.
"Tapi bentuknya stop produksi. Jadi dia tidak produksi, keluar dari pabrik, di depan pabrik berdiri. Beberapa kelompok menuju ke tempat sentra-sentra pemerintahan," katanya.
Ia pun juga memaparkan jumlah tersebut dihitung berdasarkan jumlah anggota KSPI, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), dan berbagai buruh pabrik lainnya.
"Kalau melihat jumlah anggota KSPI 2,2 juta. Kalau ikut Andi Gani (Presiden KSPSI) bisa dari 3 sampai 4 juta orang. Tapi kan biasanya pabrik sebelah yang tidak berserikat ikut juga karena dia kan terancam," katanya.
Terakhir, ia mengatakan, dengan mogok kerja nasional ini dapat memberi perhatian kepada MK karena dapat melumpuhkan ekonomi secara nasional.
"Bahkan MK nggak berpihak. Yang paling penting dan dilindungi oleh konstitusi, melumpuhkan ekonomi. Dan melumpuhkan ekonomi itu adalah mogok, dan itu dibenarkan oleh konstitusi. Memang mogok itu melumpuhkan ekonomi karena secara ekonomi kita terancam," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 8Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



