Jakarta

Astaga! Ada 328.000 Pengangguran di Jakarta, Setengahnya Merupakan Lulusan SMA dan SMK, Terbanyak di Jakarta Timur

Yasmina Nuha | 6 Agustus 2024, 20:40 WIB
Astaga! Ada 328.000 Pengangguran di Jakarta, Setengahnya Merupakan Lulusan SMA dan SMK, Terbanyak di Jakarta Timur

AKURAT JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan sebanyak 9,9 juta atau 22,225 persen penduduk berusia 15-24 tahun di Indonesia, termasuk di DKI Jakarta, berstatus pengangguran atau Not Employment, Education, or Training (NEET).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta, Hari Nugroho, mencatat jumlah pengangguran di Jakarta mencapai sekitar 380.000 orang.

"Kalau kita bicara yang di DKI saja ya lihatnya kan data statistik BPS, tapi tidak sampai 10 juta, enggak ada segitu, dari angka itu (di Jakarta) hampir 328.000 (orang)," kata Hari di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2024).

Baca Juga: Spesifikasi hingga Harga Asus Zenfone 10, Smartphone Incaran yang Masih Laris Sampai Sekarang

Hal ini juga berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta yang mencatat saat ini angka pengangguran di Jakarta mencapai 328.000 orang.

Data tersebut merupakan hasil riset BPS mengenai keadaan ketenagakerjaan di Jakarta dengan data terakhir per Februari 2024.

Lebih lanjut, Hari pun menjelaskan, 50 persen atau setengah rata-rata dari data pengangguran di Jakarta tersebut merupakan lulusan SMK dan SMA.

"Rata-rata penduduk 50 persen dari SMK dan SMA, kami sudah profiling, ada juga yang S1, SD dan SMP," jelasnya.

Lebih lanjut, dari data lulusan SMA dan SMK tersebut, pihaknya sudah mendata per wilayah Jakarta dan menemukan paling banyak terdapat di Jakarta Timur.

Ia pun mengaku bahwa pihaknya telah melaksanakan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) untuk melatih bagi para pengangguran tersebut.

"Nah, Jakarta Timur sudah buat PPKD itu kami buka angkatan program unggulan sehingga dia bisa masuk ke sana, kami didik, kami latih, dapat serifikat dan bisa kerja," katanya.

Baca Juga: Tidak Selalu Jahat, Ternyata Lemak Juga Bisa Menyehatkan Jantung

Selain itu, ia juga mencatat bahwa grafik angka pengangguran di Jakarta telah mengalami penurunan semenjak tahun 2021 hingga 2023.

Sebelumnya, Anggota Komisi A DPRD Provinsi DKI Jakarta Nasrullah meminta agar Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi (Disnakertranagi) memprioritaskan para remaja memperoleh pelatihan kerja.

"Dengan menjadi pusat perekonomian nasional dan kota global (global city), kami berharap Pemprov DKI Jakarta memberikan pelatihan kerja kepada warga Jakarta dengan mengutamakan generasi muda," katanya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.