Astaga! Ada 328.000 Pengangguran di Jakarta, Setengahnya Merupakan Lulusan SMA dan SMK, Terbanyak di Jakarta Timur

AKURAT JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan sebanyak 9,9 juta atau 22,225 persen penduduk berusia 15-24 tahun di Indonesia, termasuk di DKI Jakarta, berstatus pengangguran atau Not Employment, Education, or Training (NEET).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta, Hari Nugroho, mencatat jumlah pengangguran di Jakarta mencapai sekitar 380.000 orang.
"Kalau kita bicara yang di DKI saja ya lihatnya kan data statistik BPS, tapi tidak sampai 10 juta, enggak ada segitu, dari angka itu (di Jakarta) hampir 328.000 (orang)," kata Hari di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2024).
Baca Juga: Spesifikasi hingga Harga Asus Zenfone 10, Smartphone Incaran yang Masih Laris Sampai Sekarang
Hal ini juga berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta yang mencatat saat ini angka pengangguran di Jakarta mencapai 328.000 orang.
Data tersebut merupakan hasil riset BPS mengenai keadaan ketenagakerjaan di Jakarta dengan data terakhir per Februari 2024.
Lebih lanjut, Hari pun menjelaskan, 50 persen atau setengah rata-rata dari data pengangguran di Jakarta tersebut merupakan lulusan SMK dan SMA.
"Rata-rata penduduk 50 persen dari SMK dan SMA, kami sudah profiling, ada juga yang S1, SD dan SMP," jelasnya.
Lebih lanjut, dari data lulusan SMA dan SMK tersebut, pihaknya sudah mendata per wilayah Jakarta dan menemukan paling banyak terdapat di Jakarta Timur.
Ia pun mengaku bahwa pihaknya telah melaksanakan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) untuk melatih bagi para pengangguran tersebut.
"Nah, Jakarta Timur sudah buat PPKD itu kami buka angkatan program unggulan sehingga dia bisa masuk ke sana, kami didik, kami latih, dapat serifikat dan bisa kerja," katanya.
Baca Juga: Tidak Selalu Jahat, Ternyata Lemak Juga Bisa Menyehatkan Jantung
Selain itu, ia juga mencatat bahwa grafik angka pengangguran di Jakarta telah mengalami penurunan semenjak tahun 2021 hingga 2023.
Sebelumnya, Anggota Komisi A DPRD Provinsi DKI Jakarta Nasrullah meminta agar Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi (Disnakertranagi) memprioritaskan para remaja memperoleh pelatihan kerja.
"Dengan menjadi pusat perekonomian nasional dan kota global (global city), kami berharap Pemprov DKI Jakarta memberikan pelatihan kerja kepada warga Jakarta dengan mengutamakan generasi muda," katanya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


