Heru Budi dan DPRD DKI Setujui Rancangan Perubahan APBD 2024 Sebesar Rp 85 Triliun, Naik 4,6 Persen dari Sebelumnya, Berikut Rinciannya

AKURAT JAKARTA - DPRD DKI bersama Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, telah menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024.
Kesepakatan tersebut terjadi dalam Rapat Paripurna DPRD DKI mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2024).
Heru Budi memaparkan, total Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp 85,47 triliun.
"Naik sebesar 4,60 persen dibandingkan dengan Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2024 sebesar 81,71 triliun rupiah," jelasnya.
Ia juga menjelaskan, Pendapatan Daerah pada APBD Perubahan Tahun 2024 direncanakan sebesar 75,22 triliun rupiah atau naik sebesar 3,83 persen dibandingkan dengan APBD 2024 sebesar 72,44 triliun rupiah.
"Pendapatan Daerah diharapkan berasal dari Pendapatan Asli Daerah sebesar 50,49 triliun rupiah, Pendapatan Transfer sebesar 24,02 triliun rupiah, serta Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah sebesar 702,84 miliar rupiah," katanya.
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa Rencana Pendapatan Asli Daerah diharapkan diperoleh dari Pajak Daerah sebesar Rp 44,98 triliun, Retribusi Daerah sebesar Rp 666,76 miliar.
Kemudian, dapat diperoleh dari Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan sebesar Rp 634,39 miliar, serta Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah sebesar Rp 4,21 triliun.
Baca Juga: Didampingi David Bayu, Audrey Davis Akui sebagai Pemeran Video Syur yang Beredar
"Sedangkan, Pendapatan Transfer diharapkan sebesar 24,02 triliun rupiah yang berasal dari Transfer Pemerintah Pusat, lalu untuk Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah diharapkan sebesar Rp 702,84 miliar, yang berasal dari Pendapatan Hibah," katanya.
Terkait Belanja Daerah pada APBDP 2024 direncanakan sebesar Rp 76,29 triliun atau naik sebesar 5,09 persen, dibandingkan dengan APBD 2024 sebesar Rl 72,60 triliun.
"Rencana Belanja Daerah tersebut terdiri dari Belanja Operasi, Belanja Modal, Belanja Tidak Terduga, dan Belanja Transfer," imbuhnya.
Di samping itu, ia juga mendeskripsikan Penerimaan Pembiayaan pada APBDP 2024 yang telah direncanakan sebesar Rp 10,25 triliun .
"Hal tersebut berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar 6,54 triliun rupiah dan Penerimaan Pinjaman Daerah sebesar 3,71 triliun rupiah," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



