Jakarta

Siapa Sebenarnya Muhammad Yunus? Perdana Menteri Bangladesh Pengganti Sheikh Hasina yang Mundur dan Kabur ke Luar Negeri, Berikut Profilnya

Sastra Yudha | 7 Agustus 2024, 21:39 WIB
Siapa Sebenarnya Muhammad Yunus? Perdana Menteri Bangladesh Pengganti Sheikh Hasina yang Mundur dan Kabur ke Luar Negeri, Berikut Profilnya

AKURAT JAKARTA - Rakyat Bangladesh baru saja memiliki pemimpin baru. Muhammad Yunus diangkat menjadi Perdana Menteri menggantikan Sheikh Hasina, yang mundur dan melarikan diri ke luar negeri.

Siapa itu Muhammad Yunus? Bagi sebagian orang, nama Muhammad Yunus sudah tak asing lagi. Terutama mereka yang berusia di atas 25 tahun.

Muhammad Yunus lahir di Chittagong, sebuah kota pelabuhan di Bangladesh, pada tahun 1940.

Ia menerima gelar PhD dari Vanderbilt University di Amerika Serikat dan mengajar sebentar di sana sebelum kembali ke Bangladesh.

Baca Juga: Didampingi David Bayu, Audrey Davis Akui sebagai Pemeran Video Syur yang Beredar

Pada tahun 2006, nama Muhammad Yunus cukup familiar. Karena pada tahun tersebut, Yunus dianugerahi Nobel Perdamaian.

Penghargaan internasional itu diberikan kepada Yunus, karena dia mempelopori penggunaan kredit mikro untuk membantu masyarakat miskin, khususnya perempuan.

Komite Hadiah Nobel Perdamaian saat itu memuji Yunus dan Bank Grameen miliknya atas upaya mereka menciptakan pembangunan ekonomi dan sosial dari bawah.

Yunus mendirikan Grameen Bank pada tahun 1983 untuk memberikan pinjaman kecil kepada pengusaha yang biasanya tidak memenuhi syarat untuk menerimanya.

Dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press pada tahun 2004, Yunus mengatakan bahwa ia memiliki "gerakan eureka" untuk mendirikan Bank Grameen, ketika bertemu dengan seorang perempuan miskin yang menganyam bangku bambu.

Perempuan miskin itu sedang berjuang keras untuk membayar utangnya. Hatinya tersentuh, sehingga Yunus tergerak mendirikan Bank Grameen.

Keberhasilan bank ini dalam mengentaskan masyarakat dari kemiskinan, menyebabkan munculnya upaya pembiayaan mikro serupa di negara-negara lain.

Baca Juga: PKS Buka Opsi Tak Usung Sohibul Iman Jadi Bakal Cawagub DKI, Jika Anies Baswedan Gabung Jadi Kader

Selain dikenal sebagai bankirnya masyarakat termiskin di dunia, Yunus juga dikenal sebagai pengkritik Perdana Menteri Sheikh Hasina.

Karena itu, Yunus pun sering berurusan dengan hukum. Polemik dimulai pada tahun 2011, Ketika Yunus dipecat dari jabatan direktur pelaksana Grameen Bank.

Pemecatan dilakukan karena pemerintahan Sheikh Hasina saat itu meninjau aktivitas Grameen bank. Yunus diduga melanggar peraturan pensiun pemerintah.

Pada tahun 2013, Yunus Kembali diadili dengan tuduhan menerima uang tanpa izin pemerintah, termasuk Hadiah Nobel dan royalti sebuah buku. Namun, Yunus membantah semua tuduhan tersebut.

Pada awal tahun 2024 ini, pengadilan khusus di Bangladesh juga mendakwa Yunus dan 13 orang lainnya atas dugaan penggelapan USD 2 juta.

Baca Juga: Apa Alasan Andre Taulany Gugat Cerai Istri Setelah Hampir 19 Tahun Menikah? Ternyata Rumah Tangga Sudah Sering Dirumorkan Retak

Yunus mengaku tidak bersalah dan saat ini bebas dengan jaminan. Para pendukung Yunus mengatakan dia menjadi sasaran karena hubungannya yang kurang harmonis dengan Hasina. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.