Tanggapi Isu Tidak Jadi Diusung PKS di Pilgub DKI 2024, Begini Respon dari Anies Baswedan

AKURAT JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menanggapi terkait isu PKS yang berpeluang tidak jadi mengusung dirinya untuk maju di Pilgub DKI 2024.
Hal ini akibat dari PKS yang tidak kunjung menemukan teman koalisi untuk mendukung pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang diusung mereka, Anies Baswedan dan Sohibul Iman.
Anies pun mengaku bahwa dirinya belum menerima pernyataan resmi dari PKS soal rencana pembatalan dukungan terhadap dirinya di Pilgub DKI 2024.
Baca Juga: Satpol PP Banyak Tangkapan, 9 Hari Operasi Bina Tertib Praja Amankan 659 PPKS di Jakarta
"Alhamdulillah secara resmi kita belum mendengar apa-apa (soal isu PKS tidak jadi mengusung dirinya)," ujar Anies di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (9/8/2024).
Terkait isu tersebut, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu mengaku memang mendengar kabar tersebut yang belakangan muncul di kalangan masyarakat.
Namun, ia enggan memikirkan lebih panjang dan hanya mengikuti sikap dan keputusan resmi dari para pimpinan partai PKS, termasuk Ketua Umum PKS Ahmad Syaikhu.
"Jadi kalau kabar-kabar angin banyak sekali, spekulasi banyak sekali. (Maka) kita ikuti sikap resmi saja, karena itulah sikap yang menjadi rujukan kita semua," jelasnya.
Selain itu, ia juga mengatakan terkait hal ini masih punya waktu untuk dibahas sebelum pendaftaran untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Pilgub DKI 2024 dimulai.
"Dan kita tahu bahwa proses pendaftaran itu 27-29 Agustus (2024), masih berapa hari ini, 18-20 hari (lagi), kita lihat saja perkembangannya," katanya.
Sebelumnya, Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Khoirudin mengatakan pihak PKS bersama Anies masih mencari titik temu terkait usaha apa yang mereka lakukan bersama-sama dalam memastikan calon wakil gubernur (cawagub) untuk Anies.
"Kita masih terus berikhtiar, terus berusaha sampai tentu, sampai batas tertentu ya, jangan sampai jelang akhir juga tidak ada kepastian karena PKS akan tertinggal sendirian, tidak bisa berlayar sendirian," katanya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (7/8/2024).
Ia juga menjelaskan, tentunya terdapat batas waktu yang menjadi perhatian PKS maupun Anies dalam menentukan sikap untuk mendapatkan teman koalisi dari partai lain atau tidak.
"Kalau sudah mentok tidak ya kita enggak mungkin mencalonkan, kalau kita tidak mencalonkan kita akan kena sanksi," katanya.
Selain itu, ia mengatakan saat ini pihaknya masih terus menjalin komunikasi dengan berbagai partai untuk menjalin koalisi untuk mendukung Anies.
"Semuanya masih dalam komunikasi (dengan partai lain). Sepanjang belum pendaftaran, semuanya masih dinamis. Masih dinamis. Tidak mudah juga untuk mendapatkan teman koalisi," katanya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 2Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 3Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 5Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 6Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 7Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





