Jakarta

Kisah Fitri dan Haya Siswi SMAN 2 Tangsel Kompak Raih Medali Emas Bidang Geografi di Olimpiade Sains Nasional 2024

Ainun Kusumaningrum | 6 September 2024, 19:31 WIB
Kisah Fitri dan Haya Siswi SMAN 2 Tangsel Kompak Raih Medali Emas Bidang Geografi di Olimpiade Sains Nasional 2024

AKURAT JAKARTA - Dua siswi SMAN 2 Tangerang Selatan berhasil meraih 2 medali emas dalam Olimpiade Sains Nasional Tingkat Nasional tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan,

Keduanya adalah Anggraini Safitri, siswi kelas XII IPS 1 dan Haya Izzah Mahira siswi kelas XII MIPA 3.

Mereka berhasil meraih Medali Emas bidang Geografi sebagai Best Writen Response Test dan Best Multimedia Test sekaligus sebagai Absolute Winner.

Baca Juga: Siswa SMAN 2 Tangsel Ciptakan Robot Pemadam Kebakaran Lahan Gambut, Dilirik Kementerian Lingkungan Hidup

Anggraini Safitri dan Haya Izzah Mahira dalam olimpiade tersebut berhasil mendapat emas dari total 5 emas, 10 perak dan 15 perunggu yang diperebutkan 100 siswa dari semua sekolah se Indonesia.

Fitri panggilan Anggraini Safitri mengatakan, sebelum ikut olimpiade sudah mempersiapan diri bersama pihak sekolah, terutama berlatih dengan lembaga OSN.

"Kurang lebih pelatihannya dimulai dari kita kelas X, karena ini kan bukan event yang dua atau tiga minggu. Tapi sudah bertahun-tahun," kata Fitri, Kamis (5/9).

Baca Juga: KEREN! SMAN 2 Tangsel Punya 34 Ekskul, Berprestasi sampai Tingkat Internasional

Selain dari OSN, pihak sekolah juga menekankan hubungan siswi yang akan ikut olimpiade dengan para alumni yang dulu pernah meraih medali. Mereka ikut mengajari siswa.

"Kemudian memang ada support yang sangat penting dari koordinator klub kita, Ibu Ida Winarni sebagai pembina Moscopic. Beliau yang terus mengingatkan dan memberikan perhatian ke kita selama pelatihan-pelatihan," katanya.

Fitri menambahkan, peran alumni berprestasi juga sangat besar karena dari awal sudah dilibatkan. Seperti memberi latihan soal, materi, tugas-tugas, dan memberi penilaian atau feedback ke siswa.

"Mereka berpengaruh ke kita ya karena mereka juga sudah pernah berpengalaman di OSN," ujarnya.

Sebelumnya Fitri mengaku pernah ikut lomba saat gabung di OGG (Olimpiade Geografi dan Geosains) tetapi belum berhasil. Keikutsertaan itu menjadi pengalaman untuk semakin fokus terjun ke geografi.

"Memang waktu itu belum belajar intensif di lomba lain, sekedar latihan aja untuk OSN. Nah, pas udah terpilih sebagai perwakilan OSN, saya baru yang lebih-lebih intensif belajar," katanya.

Sementara itu, Haya menceritakan perjuangannya yang mulai mempersiapkan diri sejak kelas 10 sampai kelas 12. Di awal ikut Olimpiade Sains Kota masih belum berhasil tembus ke provinsi dan nasional.

"Dimulai dari situ saya coba lagi untuk belajar, belajar, sampai akhirnya Alhamdulillah saya terpilih menjadi perwakilan sekolah ke tingkat kota," ujarnya.

Setelah lolos dari tingkat kota, Haya mendapat pelatihan intensif dari sekolah.

"Jadi saya coba memanfaatkan peluang tersebut untuk dapat meraih medali, alhamulilllah tingkat kota lolos ke tingkat provinsi dan ke tingkat nasional," katanya.

Untuk di tingkat nasional, Haya mendapatkan pelatihan intensif lagi dan dispensasi selama kurang lebih sebulan untuk menyelesaikan dan menunaikan kewajiban menjadi perwakilan OSN.

"Kalau saya kebetulan sudah pernah beberapa kali ikut lomba, tapi belum berhasil seperti di OSN," ujarnya.

Lebih lanjut, prestasi selama SMA ini apalagi sampai ke tingkat nasional bisa menjadi modal sertifikat saat SBMPTN menuju PTN. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.