Jakarta

Muncul Video Diduga Kampanye Negatif ke Maesyal-Intan, Pengamat: Tangerang Terlalu Kecil untuk Ajang Tebar Kebencian

Yasmina Nuha | 19 Oktober 2024, 16:48 WIB
Muncul Video Diduga Kampanye Negatif ke Maesyal-Intan, Pengamat: Tangerang Terlalu Kecil untuk Ajang Tebar Kebencian

AKURAT JAKARTA - Beredar sebuah video yang diunggah di salah satu platform media sosial yang diduga sebagai kampanye negatif jelang pemilihan bupati (Pilbup) Tangerang pada 27 November mendatang.

Dalam video tersebut, salah satu anggota tim sukses pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tangerang diduga sedang melakukan kampanye negatif terhadap paslon nomor urut 02 Maesyal Rasyid-Intan Nurul Hikmah (MADANI).

Menanggapi hal tersebut, Analis Kebijakan Publik Subandi Musbah mengatakan bahwa Pilkada Kabupaten Tangerang terlalu kecil untuk dijadikan ajang tebar kebencian.

Baca Juga: Sebut Visi Misi Maesyal-Intan Lebih Rasional, Pengamat: Mereka Berhasil Gaet Pemilih Gen Z dan Milenial

"Tangerang terlalu kecil untuk dijadikan ajang tebar kebencian. Kita ini lahir dari rahim yang sama. Tentu akan bermuara di tempat yang tak beda," ujar Subandi dalam keterangannya, Sabtu (19/10/2024).

"Menjadikan kampanye sebagai ajang agitasi negatif betul-betul bukan watak dasar orang Tangerang. Itu sangat tidak pantas," imbuhnya.

Ia pun beranggapan untuk menjadikan Pilkada sebagai ajang konsolidasi demokrasi, juga penting dilakukan yang tentunya melalui demokrasi yang sehat.

Baca Juga: Mirip Ketapang Aquacultur, Maesyal-Intan Janji Akan Bangun 5 Kawasan Pemukiman Baru di Pesisir Utara

"Demokrasi yang sehat lebih mengutamakan dialog, bukan tebar kebencian. Perbedaan pandangan politik harus dianggap sebagai bagian dari kekayaan, bukan ancaman," katanya.

Selain itu, lanjut Subandi, dalam pelaksanaan pilkada ini juga perlu memanfaatkan media sosial dengan bijak yang lebih menampilkan program dan visi-misi calon pemimpinnya.

"Misal membuat video pendek tentang program, atau menjabarkan visi dan misi calon pemimpin. Tentu dengan pendekatan yang ceria. Bukan sebaliknya, membuat video untuk menyerang lawan," ujarnya.

Baca Juga: Bakal Dukung Totalitas, Dapil 3 NasDem Tangerang Yakin Maesyal-Intan Menang di Atas 60 Persen

Ia juga berharap, seharusnya tiap tim sukses (timses) paslon tidak hanya fokus pada pada pencitraan, tapi juga memberikan informasi yang edukatif.

"Warga perlu diajak untuk lebih mengerti peran pemerintah, pentingnya partisipasi, dan bagaimana proses demokrasi berjalan. Pendidikan politik bukan hanya tentang memberi tahu, tetapi juga mendengarkan," ujarnya.

Ia pun meminta agar tiap timses dapat mengajak warga untuk berdiskusi soal isu-isu yang mereka anggap penting, misalnya bagaimana pendidikan, kesehatan, dan ekonomi bisa lebih baik.

Terakhir, ia pun mengajak kepada masyarakat agar membangun demokrasi ini dengan baik dan berpolitik penuh riang juga gembira, tidak menyerang pribadi-pribadi, apalagi mencipta kebencian.

"Saatnya publikasi ide dan gagasan. Bukan malah terus-terusan membangun opini seolah kalau bukan bagiannya sebuah kekeliruan. Serahkan seluruhnya pada warga," katanya.

"Ini demokrasi, pemegang kedaulatan ada pada pemilih. Tugas timses menjelaskan apa yang akan dilakukan," tukasnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y