Atasi Banjir Rob Kawasan Utara Jakarta, DPRD DKI Minta Pemprov DKI Akselerasi Pembangunan Tanggul NCICD

AKURAT JAKARTA - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike menginginkan Pemprov DKI melakukan akselerasi dalam pembangunan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) untuk mengatasi banjir rob.
Menurutnya, pembangunan tanggul laut menjadi solusi utama dalam mengatasi banjir rob yang melanda kawasan pesisir Jakarta. Apalagi, tinggi muka air laut saat ini lebih tinggi dari daratan.
"Yang jelas yang bisa menahan itu tanggul laut. Jadi tanggul memang belum selesai, itu mungkin bisa menjadi prioritas. Perlu akselerasi pembangunan NCICD untuk mengatasi rob," ujar Yuke, Senin (23/12/2024).
Baca Juga: Dugaan Kasus Korupsi Disbud DKI, Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Pihak Terkait Usai Libur Tahun Baru
Politikus PDIP itu menjelaskan, dari total kebutuhan tanggul sepanjang 39 kilometer, saat ini baru terealisasi 14,7 kilometer oleh Kementerian Pekerjaan Umum RI dan 8,2 kilometer oleh Pemprov DKI Jakarta.
"Masih ada 16,1 kilometer tanggul yang belum selesai dan tersebar di sejumlah lokasi," ungkapnya.
Yuke memaparkan, tahun ini Pemprov DKI Jakarta sedang membangun sekitar empat kilometer tanggul laut, termasuk di kawasan Muara Angke dan ditargetkan selesai pada pertengahan 2025.
Ia juga menambahkan, diperlukan kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah pusat dengan daerah penyangga dalam menyelesaikan masalah banjir di Jakarta dari hulu ke hilir.
"Ini kan ada ranah pusat dan ranah Pemprov DKI. Jadi kalau terkait pembangunannya ini juga harus duduk bareng antara Pemprov DKI, pemerintah pusat, plus juga aglomerasi," ujarnya.
Selain itu, ia mengapresiasi langkah cepat yang telah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi banjir rob yang melanda kawasan pesisir Jakarta.
"Yang kita lihat cukup baik yang sudah diupayakan oleh Pemprov DKI melalui dinas-dinasnya. Pemprov DKI juga cukup baik dalam melakukan upaya preventif," tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya antisipasi terhadap terjadinya land subsidence atau penurunan muka tanah dan perubahan iklim yang semakin ekstrem.
"Perlu dipersiapkan langkah-langkah mitigasi yang lebih komprehensif, selain dengan perbaikan saluran air dan pembangunan embung," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





