Jakarta

Luncurkan 5 Ton Beras Resik, Pj Gubernur Teguh Setyabudi Pastikan Tidak Akan Terkena PPN 12 Persen

Yasmina Nuha | 30 Desember 2024, 20:26 WIB
Luncurkan 5 Ton Beras Resik, Pj Gubernur Teguh Setyabudi Pastikan Tidak Akan Terkena PPN 12 Persen

AKURAT JAKARTA - Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi meluncurkan produk beras 'Resik' PT Food Station Tjipinang Jaya di Rice Plant Cipinang, Jakarta Timur, pada Senin (30/12/2024).

Acara peluncuran ini juga dilakukan bersamaan dengan pengembangan kemitraan melalui program FoodHub di Jakarta.

Dalam acara tersebut, Teguh pun mengatakan bahwa produk beras lokal ini tidak akan terkena pajak pertambahan nilai (PPN) 12% meski berkualitas premium.

Baca Juga: Pemprov DKI Gelar Malam Muhasabah Sambut Tahun Baru, Dihadiri Aa Gym hingga Alma ESBEYE

"Walaupun produk beras tersebut berlabel beras premium, beras 'Resik' tidak terkena Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12%, sehingga tetap terjangkau oleh semua kalangan masyarakat," ujar Teguh.

Setelah diluncurkan, lanjutnya, beras ’Resik’ langsung didistribusikan ke sejumlah titik di Jakarta. Sebanyak lima ton beras ‘Resik’ didistribusikan dalam kemasan 2,5 kilogram dan 5 kilogram.

Ia pun mengatakan, peluncuran produk beras baru tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjamin ketersediaan dan ketahanan pangan.

Baca Juga: Benarkah Harvey Moeis dan Sandra Dewi Terdaftar Sebagai Peserta BPJS? Begini Penjelasan dari Dinkes DKI

"Saat ini, terdapat sekitar 300.000 pelaku UMKM di Kota Jakarta yang 27.000 di antaranya menjalankan usaha di bidang sembako. Dengan diluncurkan beras ‘Resik’ diharapkan dapat semakin memperkuat ekonomi lokal," ujar Teguh.

Ia mengatakan, produk ini merupakan komitmen dari PT Food Station Tjipinang Jaya bersama PT Sin Inti Indonesia untuk mendukung pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di wilayah DKI Jakarta.

"Serta memperkuat sinergi untuk menghadirkan pilihan produk berkualitas tinggi dengan harga terjangkau," imbuhnya.

Dalam acara tersebut turut diluncurkan program FoodHub yang dirancang untuk memudahkan pelaku UMKM, terutama di sektor sembako dalam mengakses produk berkualitas, pendampingan bisnis, dan melakukan transaksi secara digital.

Digitalisasi produk UMKM juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan operasional, sekaligus memudahkan para pelaku UMKM untuk mendapatkan dukungan pembiayaan dari lembaga perbankan untuk mengembangkan usahanya.

"PT Food Station telah menunjukkan komitmen kuat untuk memperluas produknya melalui berbagai ritel modern di Indonesia, yakni melalui FoodHub," katanya.

"Diharapkan nantinya bisa semakin menguatkan peran UMKM sebagai mitra sekaligus untuk memastikan ketersediaan produksi bagi masyarakat," pungkasnya.

Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin juga mendukung peluncuran program tersebut untuk meningkatkan ketahanan pangan rakyat, baik dari segi produksi, distribusi, maupun konsumsi.

"Produk ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dalam distribusi pangan, serta menciptakan kemitraan yang paling menguntungkan antara petani produsen, distributor, dan konsumen," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y