Jakarta

Pedagang Kantin Keluhkan Penurunan Omzet Akibat Makan Bergizi Gratis, Teguh Setyabudi Sebut Akan Evaluasi Melalui BGN

Yasmina Nuha | 14 Januari 2025, 06:07 WIB
Pedagang Kantin Keluhkan Penurunan Omzet Akibat Makan Bergizi Gratis, Teguh Setyabudi Sebut Akan Evaluasi Melalui BGN

AKURAT JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi menanggapi terkait keluhan para pedagang kantin yang mengalami penurunan omzet akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Teguh mengatakan, pihaknya akan terus mengevaluasi dan fokus untuk membangun program MBG seperti yang sudah direncanakan, salah satunya terkait penurunan omzet pedagang kantin.

"Sementara terkait dengan kantin sekolah yang mungkin mengeluh karena mengalami penurunan pembelian, itu pastinya akan kami evaluasi," ujar Teguh di SLB Cahaya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (13/1/2025).

Baca Juga: Sepekan Makan Bergizi Gratis, IDN Sebut Berkontribusi pada Pembangunan Ekonomi

Ia juga mengatakan, pihaknya sudah mendengar bahwasannya nanti pemerintah provinsi dan pemerintah daerah juga akan diundang oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan evaluasi.

Melalui forum tersebut, ia menegaskan pihaknya bakal memberikan masukan dan saran terkait dengan program MBG, salah satunya terkait keluhan pedagang kantin itu.

"Tentu saja dalam forum tersebut kami juga nanti akan memberikan saran masukan yang selama ini kami cermati," tuturnya.

Baca Juga: DPRD Jakarta Bakal Gelar Rapat Paripurna Penetapan Gubernur dan Wakil Gubenur Terpilih Periode 2025-2030 Selasa Besok

Selain itu, pihaknya juga tengah fokus membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Di mana pihaknya sudah mengoperasikan 11 SPPG dengan sasaran 105 sekolah dan 33.277 peserta didik.

"Dan masih fokus untuk membangun SPPG seperti mana yang direncanakan," pungkasnya.

Diketahui, berbagai pedagang kantin di sekolah Jakarta mengalami keluhan di mana omzet penghasilannya mulai menurun usai pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan.

Baca Juga: Wow, Kerugian Kebakaran Los Angeles Lebih dari Separuh APBN Indonesia

Salah satu pedagang nasi goreng di kantin sekolah di Jakarta Barat, Mirna (40) mengeluh lantaran omzet hariannya mulai menurun sesudah pelaksanaan MBG ini.

"Iya nih mulai menurun, biasanya sehari bisa nyampe Rp300 ribu, tapi karna udah pada makan (dari MBG) ya jadinya mereka gak makan berat lagi," kata Mirna.

Selain itu, ia mengatakan para siswa juga masih ada yang ke kantin, namun hanya membeli jajanan-jajanan ringan saja.

"Ya emang sih masih ada, cuman kebanyakan kemari cuman beli keripik-keripik kecil sama air, jadi ya turun omzetnya," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y