Pedagang Kantin Keluhkan Penurunan Omzet Akibat Makan Bergizi Gratis, Teguh Setyabudi Sebut Akan Evaluasi Melalui BGN

AKURAT JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi menanggapi terkait keluhan para pedagang kantin yang mengalami penurunan omzet akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Teguh mengatakan, pihaknya akan terus mengevaluasi dan fokus untuk membangun program MBG seperti yang sudah direncanakan, salah satunya terkait penurunan omzet pedagang kantin.
"Sementara terkait dengan kantin sekolah yang mungkin mengeluh karena mengalami penurunan pembelian, itu pastinya akan kami evaluasi," ujar Teguh di SLB Cahaya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (13/1/2025).
Baca Juga: Sepekan Makan Bergizi Gratis, IDN Sebut Berkontribusi pada Pembangunan Ekonomi
Ia juga mengatakan, pihaknya sudah mendengar bahwasannya nanti pemerintah provinsi dan pemerintah daerah juga akan diundang oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan evaluasi.
Melalui forum tersebut, ia menegaskan pihaknya bakal memberikan masukan dan saran terkait dengan program MBG, salah satunya terkait keluhan pedagang kantin itu.
"Tentu saja dalam forum tersebut kami juga nanti akan memberikan saran masukan yang selama ini kami cermati," tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga tengah fokus membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Di mana pihaknya sudah mengoperasikan 11 SPPG dengan sasaran 105 sekolah dan 33.277 peserta didik.
"Dan masih fokus untuk membangun SPPG seperti mana yang direncanakan," pungkasnya.
Diketahui, berbagai pedagang kantin di sekolah Jakarta mengalami keluhan di mana omzet penghasilannya mulai menurun usai pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan.
Baca Juga: Wow, Kerugian Kebakaran Los Angeles Lebih dari Separuh APBN Indonesia
Salah satu pedagang nasi goreng di kantin sekolah di Jakarta Barat, Mirna (40) mengeluh lantaran omzet hariannya mulai menurun sesudah pelaksanaan MBG ini.
"Iya nih mulai menurun, biasanya sehari bisa nyampe Rp300 ribu, tapi karna udah pada makan (dari MBG) ya jadinya mereka gak makan berat lagi," kata Mirna.
Selain itu, ia mengatakan para siswa juga masih ada yang ke kantin, namun hanya membeli jajanan-jajanan ringan saja.
"Ya emang sih masih ada, cuman kebanyakan kemari cuman beli keripik-keripik kecil sama air, jadi ya turun omzetnya," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




