Jakarta

Tinjau Banjir di Sekitar Kali Semongol, Anggota DPRD DKI Fraksi Golkar Andri Santosa Sebut Ada Kerusakan Pintu Air

Yasmina Nuha | 31 Januari 2025, 21:59 WIB
Tinjau Banjir di Sekitar Kali Semongol, Anggota DPRD DKI Fraksi Golkar Andri Santosa Sebut Ada Kerusakan Pintu Air

AKURAT JAKARTA - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Andri Santosa mengunjungi lokasi banjir yang melanda sejumlah wilayah di kawasan Kalideres dan Cengkareng pada Selasa (28/1) dan Rabu (29/1).

Dalam peninjauan tersebut, ia menyoroti kondisi banjir di sekitar Kali Semongol, terutama di RW 03 dan RW 04. Ketinggian air di kawasan itu membuat aktivitas warga menjadi lumpuh total.

"Banjir terparah itu di sekitar Kali Semongol yang melintas Tegal Alur dan merupakan pertemuan alur sungai-sungai di Tangerang," ujar Andri di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (30/1/2025).

Baca Juga: Closingan 2025 di Bengkel Space SCBD: Konser Musik dan DJ dalam Satu Malam, Segini Harga Tiketnya!

Politisi Partai Golkar itu juga mengunjungi RW 04 , RW 06, dan RW 08, Kalideres yang terdampak. Meskipun kondisi di beberapa wilayah mulai surut pada sore harinya.

Kemudian, ia menjelaskan, salah satu kendala utama terdapat di RW 04 yang berbatasan langsung dengan Perumahan Citra.

"Warga mengeluh kerusakan pada beberapa pintu air yang tidak bisa ditutup, menyebabkan aliran air masuk ke permukiman warga. Kalau pintu airnya tidak rusak, seharusnya aliran airnya tidak masuk ke permukiman," tuturnya.

Baca Juga: Ingub Efesiensi Anggaran 2025 Resmi Ditandatangani, Pj Gubernur Teguh Akan Umumkan Nominalnya pada 6 Februari

Selain itu, kata Andri, masalah utama lain yang dikeluhkan warga di sana adalah sistem drainase di Kalideres dan Cengkareng.

"Warga berharap ada perbaikan saluran U Ditch (saluran air berbentuk U) agar air tidak meluap saat terjadi hujan lebat," ujarnya.

Meski demikian, Andri mengapresiasi langkah preventif Pemprov DKI Jakarta untuk mencegah luapan sungai ke permukiman warga, yakni dengan cara pengerukan sedimen.

"Mungkin karena hujan ekstrem dan pertemuan berbagai aliran sungai ke Kali Semongol juga ya," imbuhnya.

Andri menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) sejak awal masa reses setelah pelantikannya.

Usulan perbaikan sudah diajukan dan mendapat respons positif, meskipun proses eksekusinya baru bisa dilakukan tahun ini akibat keterbatasan waktu di akhir tahun 2024.

"Saya mengapresiasi langkah cepat Sudin terkait dan BPBD dalam menangani korban banjir dengan menyediakan tempat pengungsian," katanya.

Hanya saja, menurutnya, penyediaan bantuan seperti makanan dan selimut masih perlu ditingkatkan.

Anggota Dewan Dapil 9 itu menegaskan, penanganan banjir tidak hanya menjadi tanggung jawab satu komisi, tetapi harus diselesaikan bersama dengan sinergi lintas komisi di DPRD DKI Jakarta.

"Kita akan bersinergi dengan teman-teman di Komisi D karena banjir ini tanggung jawab kita bersama untuk menyelesaikannya," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y