Jakarta

Hari Pertama Kerja, Wagub Rano Karno Tinjau Kali Krukut: Pengerukan Kali Jadi Program Prioritas 100 Hari, Upaya Tangani Masalah Banjir

Yasmina Nuha | 21 Februari 2025, 13:49 WIB
Hari Pertama Kerja, Wagub Rano Karno Tinjau Kali Krukut: Pengerukan Kali Jadi Program Prioritas 100 Hari, Upaya Tangani Masalah Banjir

AKURAT JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meninjau pengerukan Kali Krukut di Jalan NIS, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada hari pertama kerja.

Kedatangan pemeran Si Doel itu disambut antusias warga sekitar, pada Jumat (21/2/2025)

Turut dihadiri juga oleh Plt. Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum dan Wali Kota Jakarta Selatan, Munjirin.

Dalam tinjauan tersebut, Rano menyusuri Kali Krukut sambil mengecek pengerukan kali yang tengah dilakukan pasukan biru Dinas SDA DKI Jakarta.

Baca Juga: INGAT! Konser Gratis Iwan Fals di Parking Lot Ambalat Makassar pada Sabtu Besok, Oi Jangan Sampai Ketinggalan!

Rano mengatakan, pengerukan sungai sebagai upaya pengendalian banjir terpadu dan berkelanjutan merupakan salah satu program prioritas yang akan dilaksanakan dalam Rencana 100 Hari Pertama kepemimpinan.

"Saya melihat harus ada perubahan dalam antisipasi banjir, kalau tidak ada perubahan ya tidak selesai-selesai masalahnya," ujar Rano kepada wartawan.

Dalam tinjauannya, ia melihat terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam pengerukan kali di Jakarta, di antaranya lebar kali yang sempit dan jalan yang tidak lebar, sehingga alat berat untuk mengeruk sedimen lumpur tidak bisa masuk.

Seperti di Kali Krukut yang mengalami penyempitan karena adanya penumpukan sedimen.

"Lebar Kali Krukit saat ini hanya empat meter. Kemudian kondisi tanggul masih berupa tanah, sehingga saat debit air Kali Krukut tinggi, maka air dapat meluap ke permukiman warga," terangnya.

Kendala lainnya, lanjut Rano, jarak antara jembatan dan kali yang terlalu pendek, sehingga sulit dilakukan pemeliharaan karena alat berat tidak bisa lewat di bawah jembatan.

Melihat kendala tersebut, Rano merumuskan sejumlah langkah strategis untuk mengatasinya. Terkait kendala teknis, pihaknya akan segera mencari solusi bersama perangkat daerah terkait.

Baca Juga: Pengaturan Jangka Waktu Penghuni Rusun, Legislator Golkar: Langkah Ciptakan Keadilan

Ia menegaskan program pengerukan kali masuk dalam program 100 hari kerjanya bersama Gubernur DKI Pramono Anung.

"Artinya, kendala-kendala teknis dilapangan harus kita pahami dan segera cari solusinya. Saya bilang kenapa tidak diturap, ternyata kalau diturap nantinya malah dididirikan dapur di atas kali. Jadi tidak kelar-kelar masalahnya," tuturnya.

Karena itu, Rano mengatakan, Pemprov DKI akan melakukan sosialisasi pengerukan kali kepada masyarakat yang tinggal di bantaran kali agar mereka mendukung program ini untuk mengantisipasi banjir di Jakarta.

Salah satu yang disosialisasikan adalah tidak membangun bangunan di atas kali yang sudah diturap.

Kemudian, sosialisasi relokasi warga di bantaran kali ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) milik Pemprov DKI.

"Makanya tadi saya tanya ke warga, sudah berapa tahun kena banjir? Setiap tahun. Apa mau begini terus? Mereka bilang tidak mau. Jadi ada keinginan pindah," katanya.

Baca Juga: Jadi Program Prioritas 100 Hari Pramono-Rano, JIS Resmi Jadi Stadion Homebase Persija

Rano yakin, warga bersedia direlokasi, asal pemerintah bisa menjelaskan. Kuncinya, ada di sosialisasi. 

"Yang penting harus kita ubah nasib. Itulah kunci sosialisasi pada masyarakat. Saya sangat yakin mereka juga sudah capek kalau tiap hari banjir yang bisa dua meter," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.