Jakarta

Setuju RDF Rorotan Berhenti Beroperasi hingga Juli 2025, Ketua Fraksi Golkar Judistira Harap Tidak Ada Keluhan Lagi dari Masyarakat

Yasmina Nuha | 5 April 2025, 05:45 WIB
Setuju RDF Rorotan Berhenti Beroperasi hingga Juli 2025, Ketua Fraksi Golkar Judistira Harap Tidak Ada Keluhan Lagi dari Masyarakat

AKURAT JAKARTA - Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan menanggapi terkait Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara yang tidak beroperasi sampai bulan Juli 2025 nanti.

Judistira mengatakan bahwa langkah penutupan RDF oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta itu sudah tepat.

Hal ini lantaran sebelumnya banyak keluhan masyarakat sekitra terkait bau yang ditimbulkan oleh pengolahan sampah di sana. Bahkan, menimbulkan berbagai penyakit.

Baca Juga: Politisi Golkar Andri Santosa Ajak Alumni dan Kader HMI Jakbar Bersinergi Bangun Jakarta

"Jadi terkait RDF, saya kira langkah Pak Gubernur dan Dinas LH sudah tepat, ini menjawab keluhan masyarakat," kata Judistira kepada Akurat Jakarta, Jumat (4/4/2025).

Kemudian, ia juga mengatakan, pihaknya sebagai legislator akan terus mengawasi pelaksanaan RDF ini agar dapat berjalan dengan baik dan tidak ada lagi keluhan masyarakat.

"Dan tentu kami di DPRD DKI Jakarta ingin ini bermanfaat dalam hal pengelolaan sampah ke depan yang lebih efektif dan efisien sekaligus ke depan tidak ada lagi keluhan keluhan masyarakat, bau kemudian hasil pembakaran juga minim polusi dan sebagainya," tuturnya.

Baca Juga: Fraksi Golkar Dukung Pembenahan Kali Ciliwung, Penambahan KJP Plus dan Perluasan Rute TransJakarta

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu mengatakan, pihaknya sudah memberikan masukan-masukan terkait dengan persoalan RDF ini, termasuk dengan peninggian cerobong asap hingga pemasangan deodorizer.

"Karena ini trial ya uji coba, maka masukan masukan sudah kami khususnya Komisi D, bagimana misalnya cerobongnya ditinggikan paling tidak 5 meter," katanya.

"Kemudian tadi ya deodorizer yang Pak Gubernur sampaikan, ya ini semua upaya mengatasi permasalahan, ya kita berharap beberapa bulan ke depan ini selesai," imbuhnya.

Ia pun berharap, melalui RDF ini tentunya dapat mengurangi beban pengolahan sampah di Jakarta yang mencapai hampir 8.000 ton per hari.

"Prinsipnya kita di Jakarta ini, sampah yang begitu besar jumlahnya per hari hampir 8.000 ton bisa terkelola dengan baik, efektif dan efisien baik biaya dan lingkungan hidupnya, saya kira demikian," pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa saat ini Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara tidak beroperasi sampai bulan Juli 2025 nanti.

Kepala Dinas LH DKI Jakarta, Asep Kuswanto pihaknya sedang melakukan perbaikan terlebih dahulu agar ke depannya RDF ini tidak menimbulkan bau lagi seperti sebelumnya.

"Jadi ini semua yang memang akan kita lakukan ke depannya. Dan mudah-mudahan kalau nanti selesai, kami berharap di sekitar bulan Juli itu semua sudah siap dan sudah rapih mudah-mudahan," ujar Asep dikutip Rabu (26/3/2025). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y