Jakarta

Pelopor di Indonesia! Dinas LH DKI Jakarta Siap Operasikan 5 Truk Sampah Listrik Bebas Emisi Ukuran Jumbo, Berikut Spesifikasinya

Yasmina Nuha | 14 April 2025, 11:33 WIB
Pelopor di Indonesia! Dinas LH DKI Jakarta Siap Operasikan 5 Truk Sampah Listrik Bebas Emisi Ukuran Jumbo, Berikut Spesifikasinya

AKURAT JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta mulai mengoperasikan truk sampah listrik tipe compactor berkapasitas 6 meter kubik, yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik dan bebas emisi.

Truk ini menggunakan sistem plug-in dan mampu memadatkan sampah secara otomatis dengan pengoperasian yang minim kebisingan.

Langkah ini menjadikan Jakarta sebagai salah satu pelopor daerah di Indonesia yang menggunakan truk sampah listrik dalam kegiatan operasional pengelolaan sampahnya.

Baca Juga: Gratis! Earth Festival 2025 di Lippo Mall Nusantara, Ada Talkshow Bersama Ahok dan Sandiaga Uno, Demo Masak hingga Pentas Musik, Akhir Pekan Ini

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya sudah mengadakan lima unit truk pengangkut sampah jenis compactor listrik yang ramah lingkungan dan bebas emisi.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya DKI Jakarta dalam mengurangi polusi udara dan emisi karbon dari sektor transportasi, khususnya armada pengangkut sampah.

“Ini merupakan semangat mengurangi polusi udara dan emisi karbon. Kita mulai menggagasnya melalui operasional compactor listrik ke depannya," ujar Asep dalam keterangannya, dikutip Senin (14/4/2025).

"Tahun ini kami mengadakan lima unit compactor listrik termasuk chargernya, dengan kapasitas enam sampai tujuh meter kubik,” sambungnya.

Lanjut Asep, unit compactor listrik ini memiliki spesifikasi teknis yang telah disiapkan secara matang untuk mendukung operasional pengelolaan sampah di wilayah DKI Jakarta.

"Compactor ini berkapasitas 6 m³, sistem full elektrik, tanpa emisi dan tanpa kebisingan. Seluruh proses pengoperasian menggunakan tenaga listrik dengan sistem plug-in dan dapat memadatkan sampah secara otomatis," terangnya.

Baca Juga: Ingat! Hari Ini Terakhir Aktivasi MFA bagi ASN, Bagi yang Gagal Login ASN Digital BKN, Berikut Cara Reset MFA dan Login Ulang Tanpa Masalah

Lanjut Asep, adapun dimensi alat mencakup panjang 3.300 mm, lebar 1.700 mm, tinggi 1.950 mm, dan berat kosong ±1.700 kg. Daya listrik yang dibutuhkan sebesar 1,5 kW, 3 phase.

"Compactor ini juga dilengkapi panel kendali digital, safety switch, serta hydraulic control unit yang menjamin pengoperasian alat secara aman dan efisien," katanya.

Asep juga menyebut pengadaan truk compactor listrik ini juga merupakan bagian dari peremajaan armada truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Dengan mengganti sebagian armada lama berbahan bakar fosil ke kendaraan berbasis listrik, pihaknya berupaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan modern.

"Seluruh sampah yang diangkut ke RDF Plant Rorotan menggunakan truk compactor, termasuk lima unit truk compactor listrik ini. Kedepannya kita akan terus tambah lagi," ungkapnya.

Selain itu, kata Asep, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) akan disiapkan di beberapa lokasi strategis seperti pool truk DLH, RDF Plant Rorotan, dan TPST Bantar Gebang.

Teknologi pengisian dayanya menggunakan sistem super fast charging, yang memungkinkan baterai kendaraan terisi penuh hanya dalam waktu 20 hingga 30 menit.

"Kami juga telah melatih para operator untuk mengoperasikan compactor listrik ini. Pengoperasiannya cukup mudah dan tidak jauh berbeda dengan compactor konvensional berbahan bakar solar, sehingga adaptasi berjalan lancar," tuturnya.

Baca Juga: Viral Mobil Ambulans Kena Tilang ETLE Karena Terobos Lampu Merah, Polisi: Bisa Disanggah

Upaya ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Pemprov DKI Jakarta dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang rendah karbon dan berkelanjutan.

Asep pun meyakini bahwa di masa depan, seluruh armada truk sampah di Jakarta dapat menggunakan compactor listrik, seiring dengan perkembangan teknologi dan infrastruktur pendukungnya.

“Jakarta ingin menunjukkan bahwa transisi menuju kendaraan ramah lingkungan bukan hal yang mustahil. Semua bisa dimulai dari sekarang, dan bukan tidak mungkin ke depan seluruh truk sampah kami adalah truk listrik,” pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.