Mangga Dua Square Sepi dan Dicap Amerika Jual Barang Bajakan, Legislator Golkar Andri Santosa Minta Penjual Tingkatkan Kualitas Produk

AKURAT JAKARTA - Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa menanggapi isu sepinya pembeli dan pernyataan barang bajakan oleh Amerika Serikat (AS) di Mangga Dua Square, Jakarta Utara.
Diketahui, dalam laporan terbaru 2025 National Trade Estimate (NTE) yang dirilis oleh Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR), pasar itu masih dicap sebagai salah satu "sarang barang bajakan" alias barang palsu.
Andri menjelaskan, untuk mengatasi hal tersebut, para pedagang Mangga Dua Square harus melakukan counter issue atau mengalihkan isu dengan meningkatkan kualitas produk usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM) dengan brand Lokal.
"Namun punya kualitas yang bisa bersaing dengan brand luar sehingga opini yang dihembuskan pemerintah Amerika Serikat berdasarkan laporan dari USTR yang menyatakan Mangga Dua Square sebagi sarang produk imitasi/bajakan/palsu bisa terkikis dengan sendirinya," kata Andri kepada wartawan, Selasa (29/4/2025).
Selain itu, lanjut Andri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dapat mengadakan event nasional maupun internasional di Mangga Dua Square.
Menurutnya, dengan diadakannya event skala besar itu diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat untuk kembali belanja di mall tersebut.
Baca Juga: Pengurus Ormas Sayap Golkar AMMDI Jakarta Resmi Dilantik, Fokus Dakwah ke Kalangan Generasi Muda
"Perlu didorong adanya event baik skala nasional jika perlu internasional yang memberikan ruang promosi dan menarik pengunjung untuk memperkenalkan produk UMKM yang menjadi tenant di Mangga Dua Square," katanya.
Namun, kata Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta itu, event skala besar itu juga berlaku bagi tempat-tempat perbelanjaan yang ada di Jakarta.
"Tempat perbelanjaan lain baik itu Pusat perbelanjaan Moderen maupun Pasar Tradisional," tukasnya.
Diketahui, Pasar Mangga Dua Jakarta Utara mendadak viral setelah Pemerintah Amerika Serikat menyebutnya sebagai wilayah barang bajakan alias palsu.
Dalam laporan terbaru 2025 National Trade Estimate (NTE) yang dirilis oleh Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR), pasar yang sudah melegenda di Jakarta itu masih dicap sebagai salah satu "sarang barang bajakan" alias barang palsu.
"Pasar Mangga Dua di Jakarta terus tercantum dalam Tinjauan Pasar Terkenal untuk Pemalsuan dan Pembajakan Tahun 2024 (Daftar Pasar Terkenal), bersama dengan beberapa pasar daring (dalam jaringan) Indonesia," dikutip dari dokumen yang dirilis di situs resmi USTR, Rabu (23/4/2025). (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




