Bahas RKPD 2026 dan RKPD Perubahan 2025, Wakil Ketua Komisi A dari Golkar Alia Laksono Minta Prioritaskan Efesien Anggaran

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua Komisi A Alia Noorayu Laksono menegaskan, efisiensi anggaran menjadi salah satu poin penting dalam pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 dan RKPD Perubahan Tahun 2025.
Hal ini disampaikannya usai Rapat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 dan RKPD Perubahan Tahun 2025 bersama sejumlah perangkat daerah mitra kerja pada Jumat (16/5) di Ruang Rapat Komisi A DPRD DKI Jakarta.
Alia menyampaikan, efesien anggaran harus dilakukan pada RKPD Tahun 2026 dan RKPD Tahun 2025, khususnya terkait belanja pegawai dan pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara keseluruhan.
"Salah satu hal yang kami tekankan adalah pentingnya efisiensi dalam belanja pegawai dan penggunaan APBD DKI agar tetap digunakan seefektif dan seefisien mungkin untuk hal-hal yang menjadi prioritas," ujar Alia.
Politikus Golkar itu menjelaskan, arahan efisiensi tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat, namun tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tanggung jawab pemerintah daerah.
"Memang ada arahan dari pusat untuk melakukan efisiensi. Tapi selain itu, kita juga punya tanggung jawab sendiri yang harus tetap dijalankan," katanya.
Alia mengatakan, penekanan terhadap efisiensi tidak terlepas dari tujuan utama RKPD, yaitu menyusun arah kebijakan pembangunan daerah yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
"Efisiensi yang kami bahas bukan hanya soal memangkas, tetapi soal menyelaraskan program agar benar-benar berdampak," tutur Alia.
Terkait kekhawatiran akan potensi penurunan layanan publik, Alia menegaskan Komisi A akan menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.
"Itu menjadi tugas kami di Komisi A, memastikan seluruh pelayanan tetap diutamakan meskipun mungkin terjadi perubahan dalam struktur anggaran," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi A Inggard Joshua mengingatkan pentingnya perencanaan yang realistis dalam menghadapi keterbatasan anggaran pada tahun-tahun mendatang.
Ia menyoroti berkurangnya potensi pendapatan daerah, terutama dari pos dana bagi hasil pemerintah pusat.
"Tapi saya berharap ke depan juga tidak bisa terus seperti ini, karena kita melihat anggaran kita ke depan penuh dengan kekurangan," ujar Inggard. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



