Jakarta

Dishub DKI Targetkan Pendapatan Parkir Naik Dua Kali Lipat Pada Tahun 2026, Segini Jumlahnya

Yasmina Nuha | 30 Mei 2025, 18:09 WIB
Dishub DKI Targetkan Pendapatan Parkir Naik Dua Kali Lipat Pada Tahun 2026, Segini Jumlahnya

 

AKURAT JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengatakan bahwa jumlah pendapatan dari retribusi parkir pada tahun 2026 ditargetkan dapat meningkat dua kali lipat dari tahun 2025 ini.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pada tahun 2025 ini, pendapatan dari retribusi parkir ditargetkan sekitar Rp30 miliar. Sedangkan tahun depan akan ditargetkan sekitar Rp60 miliar.

"Tahun ini dari proyeksi sekitar Rp 30 M-an, tahun depan itu meningkat menjadi Rp 60 M-an untuk proyeksi pendapatan parkir," ujar Syafrin kepada wartawan, dikutip Jumat (30/5/2025).

Baca Juga: Tiket Konser BLACKPINK 2025 Jakarta Rp 3,8 Juta, Bonus VIP Gift Set, VIP Laminate and Lanyard serta Akses ke Booth Merchandise Khusus

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pihaknya akan terus meningkatkan pendapatan retribusi parkir ini dengan mengoptimalkan dan memanfaatkan digitalisasi dengan pembayaran cashless atau non tunai.

"Tentu di era 4.0 seperti sekarang, ini tentu digitalisasi menjadi sebuah keniscayaan dan kita harapkan ini secara masif bisa diterapkan di dalam pengelolaan parkir, khususnya parkir on street di Jakarta," katanya.

Saat ini, pihaknya melalui Unit Pengelola (UP) Perparkiran mengelola dan mengoptimalkan pendapatan parkir dari berbagai lokasi parkir on street dan off street.

Dengan melakukan digitalisasi, kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir di berbagai lokasi parkir itu bisa pihaknya atasi.

"Kan untuk lokasi saat ini yang dikelola oleh UP Parkir, total dari on streetnya itu hanya 244 ruas jalan dari total sebanyak 441 yang ada di dalam peraturan gubernur. Jadi itu yang kita optimalkan," tutur Syafrin.

Baca Juga: MK Putuskan Sekolah SD-SMP Gratis, DPRD Dorong Pemprov DKI Jakarta Respons dengan Langkah Nyata

"Tentu dengan digitalisasi kebocoran bisa kita harapkan diminimalisir dan tentu bisa dioptimalkan untuk pendapatannya," imbuhnya.

Saat ini, Syafrin pun sudah menginstruksikan ke UP Perparkiran untuk memperbaiki tata kelola penyelenggaraan parkir baik itu off street maupun on street yang dibawa kendali pihaknya.

"Dan dengan melakukan perbaikan kita harapkan akan ada peningkatan pendapatan, yang itu proyeksinya tahun 2026 itu naik," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.