Kemacetan Akibat Kunjungan Tamu Negara, Gubernur Pramono: Bukan Salahkan Tamu Negaranya, Tapi...

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa dirinya tidak menyalahkan terkait kemacetan parah di Jakarta akibat kedatangan tamu negara beberapa hari lalu.
Namun, dirinya menginginkan agar ke depannya, jika para tamu negara dan protokolernya datang ke Jakarta dapat dikoordinasikan lebih baik agar tidak terjadi kemacetan.
"Saya sama sekali tidak menyalahkan protokolernya ataupun tamu negara. Ini kan bersifat temporary, situasional. Tetapi yang seperti ini memang perlu dikoordinasikan lebih bagus," ujar Pramono di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (12/6/2025).
Pramono menjelaskan, saat kunjungan tamu negara terakhir ke Jakarta, yaitu Presiden Perancis, Emmanuel Macron, pada Rabu (28/5/2025) malam, memang menimbulkan kemacetan parah.
"Hanya memang ketika tamu negara terakhir, beberapa kemacetannya kan panjang. Dan saya juga merasakan sendiri," kata Pramono.
Bahkan, lanjut politikus PDIP itu, dirinya berkomunikasi dengan para pejabat di pemerintah pusat bahwa terjadi kemacetan yang panjang akibat kunjungan tamu negara tersebut.
"Dan ketika saya berdiskusi dengan teman-teman pemerintah pusat memang banyak juga yang terkena macet. Bahkan saya janjian pada waktu itu dengan salah satu menteri. Menteri yang terlambat, lama banget," tukasnya.
Sebelumnya, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, membantah macet parah yang terjadi di Jakarta pada Rabu (28/5/2025) malam imbas pengalihan arus lalu lintas untuk pengamanan kunjungan kenegaraan Presiden Perancis, Emmanuel Macron.
"Saya memastikan, karena kami di lapangan semuanya, bahwa hal itu bukan disebabkan faktor dari perjalanan kenegaraan," ujar Komarudin kepada wartawan, Kamis (29/5/2025).
Komarudin menuturkan, mobil yang ditumpangi Macron pun ikut terjebak dalam kemacetan saat berangkat dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ke Jalan TB Simatupang atau ASEAN.
"Bahkan beliau juga tidak bisa diberikan prioritas penuh sebagaimana lazimnya tamu-tamu negara yang baik," imbuhnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








