Jakarta

Politisi Muda Golkar Usahakan Pedagang Kecil Tidak Terdampak, tapi Lingkungan Menjadi Sehat

Ainun Kusumaningrum | 23 Juni 2025, 16:01 WIB
Politisi Muda Golkar Usahakan Pedagang Kecil Tidak Terdampak, tapi Lingkungan Menjadi Sehat

AKURAT JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraski Golkar Farah Savira menyoroti sisi ekonomi maupun kesehatan dari Rencana Peraturan Daerah (Ranperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Meski mengakui sulit untuk disatukan, pihaknya akan mengusahakan pelaku ekonomi terutama pedagang kecil tidak terdampak dan kesehatan lingkungan terjaga.

"Dengan adanya tantangan ini, justru kita juga harus berpikir dengan cermat dan seksama perspektif kedua belah, baik itu ekonomi dan kesehatan," kata Farah dalam sebuah diskusi di Jakarta.

Baca Juga: Pemprov DKI Gelar Manggarai Bershalawat untuk Atasi Tawuran Berulang, Legislator Golkar Farah Savira Nilai Belum Jadi Solusi Nyata

Farah mengatakan, peraturan tersebut bahkan belum dibahas lagi sepenuhnya hingga saat ini.

"Karena ini nggak akan pernah ketemu. Ini kayak minyak sama air saja," ujarnya.

Farah mengungkapkan sudah mendapatkan revisi dari biro hukum dan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta.

Farah mengatakan pihaknya masih sangat terbuka untuk segala masukan tentang Ranperda KTR.

Baca Juga: Fraksi Golkar Minta Pemprov DKI Masukkan Program Tanggul Raksasa Prabowo di Dalam RPJMD 2025-2029

"Jangan khawatir, memang tidak mudah melahirkan kebijakan yang netral. Tapi kita juga mempertimbangkan semuanya. Itu yang bisa saya jamin," kata Farah.

Kendati demikian, Farah berharap seluruh pihak bisa melihat dan mengambil keputusan yang adil dari dua sisi tersebut.

"Sehingga para pedagang-pedagang khususnya di warung-warung kecil nantinya tak terlalu terdampak namun Jakarta juga tetap bisa menciptakan lingkungan yang sehat," katanya.

Terlepas dari munculnya komentar pro dan kontra dari Ranperda KTR, Farah menjelaskan bahwa pihaknya menilai bahwa aturan ini memang perlu ditegakkan.

Sebab, kata legislator dari Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta tersebut, efek dari rokok cukup besar bagi anak-anak maupun orang dewasa.

Nantinya jika aturan tersebut sudah ditetapkan, Farah berharap pihak terkait dari hulu ke hilir memiliki kesadaran tentang efek dari rokok.

"Kita harus giatkan ke pedagang-pedagang kita baik di warung atau 'modern market', bagaimana selama ini yang menjadi 'concern' Dinkes dan lain-lain adalah soal isu kesehatannya. Murni itu saja. Nggak ada apa-apa," kata Farah.

Dia juga berharap DKI Jakarta nantinya bisa menjadi wilayah yang sehat, nyaman dan inklusif untuk seluruh masyarakat tanpa mengurangi hak atau kebiasaan yang sudah berjalan.

“Karena mau ada perda-nya atau nggak, kebiasaan akan terus berjalan. Kita nggak akan bisa memberhentikan perilaku sepenuhnya," katanya.

Tapi harus ada pengaturan. "Jangan sampai yang selama ini mendapat dampak itu juga jadi kena," kata Farah. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.