Politisi Muda Golkar Usahakan Pedagang Kecil Tidak Terdampak, tapi Lingkungan Menjadi Sehat

AKURAT JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraski Golkar Farah Savira menyoroti sisi ekonomi maupun kesehatan dari Rencana Peraturan Daerah (Ranperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Meski mengakui sulit untuk disatukan, pihaknya akan mengusahakan pelaku ekonomi terutama pedagang kecil tidak terdampak dan kesehatan lingkungan terjaga.
"Dengan adanya tantangan ini, justru kita juga harus berpikir dengan cermat dan seksama perspektif kedua belah, baik itu ekonomi dan kesehatan," kata Farah dalam sebuah diskusi di Jakarta.
Farah mengatakan, peraturan tersebut bahkan belum dibahas lagi sepenuhnya hingga saat ini.
"Karena ini nggak akan pernah ketemu. Ini kayak minyak sama air saja," ujarnya.
Farah mengungkapkan sudah mendapatkan revisi dari biro hukum dan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta.
Farah mengatakan pihaknya masih sangat terbuka untuk segala masukan tentang Ranperda KTR.
Baca Juga: Fraksi Golkar Minta Pemprov DKI Masukkan Program Tanggul Raksasa Prabowo di Dalam RPJMD 2025-2029
"Jangan khawatir, memang tidak mudah melahirkan kebijakan yang netral. Tapi kita juga mempertimbangkan semuanya. Itu yang bisa saya jamin," kata Farah.
Kendati demikian, Farah berharap seluruh pihak bisa melihat dan mengambil keputusan yang adil dari dua sisi tersebut.
"Sehingga para pedagang-pedagang khususnya di warung-warung kecil nantinya tak terlalu terdampak namun Jakarta juga tetap bisa menciptakan lingkungan yang sehat," katanya.
Terlepas dari munculnya komentar pro dan kontra dari Ranperda KTR, Farah menjelaskan bahwa pihaknya menilai bahwa aturan ini memang perlu ditegakkan.
Sebab, kata legislator dari Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta tersebut, efek dari rokok cukup besar bagi anak-anak maupun orang dewasa.
Nantinya jika aturan tersebut sudah ditetapkan, Farah berharap pihak terkait dari hulu ke hilir memiliki kesadaran tentang efek dari rokok.
"Kita harus giatkan ke pedagang-pedagang kita baik di warung atau 'modern market', bagaimana selama ini yang menjadi 'concern' Dinkes dan lain-lain adalah soal isu kesehatannya. Murni itu saja. Nggak ada apa-apa," kata Farah.
Dia juga berharap DKI Jakarta nantinya bisa menjadi wilayah yang sehat, nyaman dan inklusif untuk seluruh masyarakat tanpa mengurangi hak atau kebiasaan yang sudah berjalan.
“Karena mau ada perda-nya atau nggak, kebiasaan akan terus berjalan. Kita nggak akan bisa memberhentikan perilaku sepenuhnya," katanya.
Tapi harus ada pengaturan. "Jangan sampai yang selama ini mendapat dampak itu juga jadi kena," kata Farah. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




