Jakarta

Kunjungi Hutan Kota Srengseng, Gubernur Pramono Minta Fasilitas Ampiteater Direnovasi untuk Kegiatan Kebudayaan

Yasmina Nuha | 23 Juni 2025, 18:32 WIB
Kunjungi Hutan Kota Srengseng, Gubernur Pramono Minta Fasilitas Ampiteater Direnovasi untuk Kegiatan Kebudayaan

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, akan merenovasi fasilitas ampiteater di Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat.

Hal ini disampaikan Pramono usai meninjau kondisi Hutan Kota Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, pada Senin (23/6/2025).

"Dan kalau melihat fasilitas ini, tadi saya sampaikan kepada Bapak Kepala Dinas Pertamanan untuk ampiteaternya direnovasi," ujarnya.

Baca Juga: Ansu Fati Selangkah Lagi Gabung AS Monaco: Barcelona Akhirnya Luluh

Pramono berharap, nantinya setelah direnovasi, Hutan Kota Srengseng dapat digunakan untuk mengadakan kegiatan kebudayaan.

"Saya ingin nanti suatu hari ada acara yang bersifat kebudayaan diadakan di Hutan Kota Srengseng, yang menurut saya luar biasa," ujar Pramono.

Untuk fasilitas lain, kata Pramono, pihaknya tidak ingin banyak renovasi. Sebab sudah ada berbagai fasilitas yang baik, seperti taman hingga trek jogging.

"Kalau terlalu banyak nanti akan menjadi ruang yang terlalu publik, sehingga kekhawatiran saya adalah tidak terawat dengan baik. Karena ini memang kebutuhan utamanya untuk hutan kota. Sehingga memberikan konstribusi untuk penyerapan CO2," terangnya.

Lebih lanjut, Pramono mengatakan, sebetulnya dirinya cukup terkejut dengan adanya hutan kota ini. Di mana, lokasi ini sudah dibangun sejak tahun 1995 era Gubernur Jakarta Soeryadi Soedirja.

"Saya terus terang, sungguh-sungguh tidak pernah membayangkan bahwa di Jakarta, terutama hampir di pusat kota, dan ini adalah pusat kota Jakarta Barat, ada hutan kota yang luasnya 15 hektare. Hutan kota ini dibangun sejak era Pak Soeryadi Soedirja Tahun 1995, dan ada jogging track 1,7 kilo," katanya.

Baca Juga: Biadab! Gara-gara Perkara Motor Pemuda di Bekasi Aniaya Ibu Kandung

Selain itu, ia menuturkan, ada berbagai usulan untuk dibuka secara bebas dan siapa saja boleh keluar-masuk.

Namun, Pramono mengatakan bahwa hutan ini perlu dijaga, sehingga harus tetap bayar tiket masuknya.

"Sehingga dengan demikian, saya tetap meminta untuk ada tiket masuk per orang rendah sekali, sebenarnya cuma 3 ribu, parkirnya juga 3 ribu," tukasnya.

Dengan itu, lanjut Pramono, bagi masyarakat terutama yang memang membutuhkan sehari-hari untuk jogging dan sebagainya, bisa dilakukan di sini. Serta, rata-rata masyarakat yang tinggal di lokasi ini diperbolehkan gratis untuk masuk.

Kemudian, politikus PDIP itu menjelaskan terdapat juga pulaunya yang belum pernah tersentuh. Dirinya pun minta untuk tidak dibuka dan tetap ditutup.

"Karena itulah yang menjadi kekuatan, karena berdasarkan studinya United State Forest Service bersama IPB, di sini ini menyerap karbon kurang lebih 313 ton CO2 per tahun, serta menghasilkan oksigen sebesar 227,8 ton per tahun,"terangnya.

Baca Juga: Kabar Gembira! Astra Kembali Gelar Lomba Foto dan Anugerah Pewarta 2025, Tersedia Hadiah Ratusan Juta Rupiah, Berikut Syarat dan Cara Daftarnya

Gubernur Pramono meminta masyarakat untuk tetap menjaga kondisi alam Taman Kota Srengseng dan merawatnya dengan baik.

"Sehingga ini konstribusinya buat Jakarta luar biasa. Dan inilah yang harus dirawat," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.