Jakarta

Pramono-Rano Dinilai Kurang Memperhatikan Nasib Seniman Betawi, Wagub Rano: Kita Bantu Lewat Lembaga Adat Masyarakat Betawi

Yasmina Nuha | 25 Juni 2025, 16:54 WIB
Pramono-Rano Dinilai Kurang Memperhatikan Nasib Seniman Betawi, Wagub Rano: Kita Bantu Lewat Lembaga Adat Masyarakat Betawi

AKURAT JAKARTA - Para seniman Betawi menilai bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta selama kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno kurang memperhatikan nasib mereka.

Berdasarkan survei Litbang Kompas yang digelar pada 10–14 Juni 2025, sebanyak 51,7 persen pekerja seni Betawi cenderung hidup kekurangan. Kemudian, ada 11,3 persen pekerja seni yang sangat kekurangan.

Sementara itu, hanya ada 0,2 persen seniman Betawi yang dapat hidup mewah dan 29,8 persen yang berkecukupan.

Baca Juga: Libur Sekolah 2025, Ancol Sediakan Beragam Wahana dan Program Spesial, dari Nailoong Summer Love hingga Jakarta Bird Island

Kemudian, sebanyak 50 persen pekerja seni mengaku tidak puas dengan perhatian Pemprov Jakarta, sementara 45,6 persen menyatakan puas.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, mengatakan bahwa pihaknya sedang sedang berusaha untuk mendukung para seniman Betawi melalui peraturan daerah (perda) tentang Lembaga Adat Masyarakat Betawi.

"Saya baru beberapa bulan kan menjabat. Artinya, makanya itu sedang kita kejar perda tentang Lembaga Adat Masyarakat Betawi. Itu soko gurunya. Nah untuk membuat lembaga ini, ini jujur nggak mudah," kata Rano di Jakarta, Rabu (25/6/2025).

Baca Juga: Simak! Ada Event JAKIM 2025, Car Free Day atau CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan pada Akhir Pekan Ini

Ia mengaku bahwa pihaknya tidak mudah dalam menggodok perda ini. Sebab, banyak kepentingan-kepentingan yang harus dipersatukan untuk seluruh warga Jakarta.

"Karena kita mempersatukan sekian banyak kepentingan, tidak mudah. Tapi saya minta maaf, saya ambil alih. Ini bukan buat saya, ini buat Jakarta. Artinya, kepentingan masyarakat Jakarta harus bisa saya fasilitasi," katanya.

Untuk itu, lanjut mantan anggota DPR RI itu, dirinya juga mengingatkan bahwa Jakarta bukan hanya milik orang Betawi. Sehingga kebudayaan lain perlu diperhatikan juga.

"Tapi saya ingetin, Jakarta ini bukan hanya milik Betawi. Kita harus adil kepada semua kebudayaan yang ada di Jakarta. Nah jadi artinya, itu yang sedang kita siapkan," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y