Jakarta

Pemprov DKI Bakal Tambah Armada Transjakarta Sebanyak 300 Unit pada Tahun 2025 Ini, Pramono: Sedang Kita Hitung, Termasuk Bus Listrik

Yasmina Nuha | 3 Juli 2025, 17:34 WIB
Pemprov DKI Bakal Tambah Armada Transjakarta Sebanyak 300 Unit pada Tahun 2025 Ini, Pramono: Sedang Kita Hitung, Termasuk Bus Listrik

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan menambah armada bus listrik Transjakarta pada tahun 2025 sebanyak 300 unit.

"Karena sekarang ini bus listrik kalau nggak salah alokasinya nambah 300 ya, tetapi nanti akan kami detilkan. Yang jelas, secara prinsip penambahan armada disetujui," ujar Pramono di Halte Galunggung, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Kamis (3/7/2025).

Ia menjelaskan bahwa Dirut PT Transjakarta, Welfizon Yuza, telah menyampaikan kepada dirinya bahwa saat ini sudah waktunya untuk penambahan armada.

Baca Juga: Asyik! 12 Member JKT48 Siap Goyang Ekspectanica Carnival 2025 di Surabaya Expo Center pada 13 Juli, Berikut Nama-nama Personelnya

"Jadi untuk itu, tadi Pak dirut Transjakarta juga sudah menyampaikan sudah waktunya untuk menambah armada," kata Pramono.

Pramono pun menyetujui terkait dengan penambahan armada Transjakarta tersebut. Namun terkait jumlah penambahan bus Transjakarta, Pemprov masih mendatanya.

"Dan secara prinsip saya sudah menyetujui. Soal jumlahnya, lagi kita hitung termasuk bus listrik," tukasnya.

Sebagai informasi, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan uji coba bus listrik terbaru merek Zhongtong melalui 6 rute. Uji coba ini dilakukan selama satu hari pada, Jumat (27/6/2025).

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani mengatakan bahwa uji coba dilakukan tanpa melayani pelanggan atau mengangkut beban.

Adapun uji coba meliputi hal-hal teknis seperti fungsi GPS, voice announcer, LED running text dan lain sebagainya.

Baca Juga: Hebat! Hasil Survei TomTom Traffic Index: Jakarta Tak Lagi Jadi Kota Termacet di Indonesia, Pramono: Sekarang Turun Peringkat Kelima

"Uji coba ini adalah salah satu prosedur yang kami terapkan sebelum unit bus melayani pelanggan di jalur, untuk memastikan semua kesiapan teknis sudah berjalan sesuai SPM (Standar Pelayanan Minimun) yang berlaku," ujar Ayu dalam keterangannya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.