Jakarta

Dugaan Pengoplosan Beras di Gudang Food Station Tjipinang, Dinas KPKP DKI Jakarta Ngaku Sudah Penuhi Panggilan Bareskrim Polri

Yasmina Nuha | 15 Juli 2025, 14:17 WIB
Dugaan Pengoplosan Beras di Gudang Food Station Tjipinang, Dinas KPKP DKI Jakarta Ngaku Sudah Penuhi Panggilan Bareskrim Polri


AKURAT JAKARTA - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menanggapi terkait kasus dugaan pelanggaran kualitas beras oplosan di ritel modern PT. Food Station Tjipinang.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, mengatakan bahwa pihaknya sudah memenuhi panggilan Bareskrim Polri untuk memberikan keterangan.

"Terkait berita tentang indikasi pelanggaran kualitas beras di ritel modern, PT. Food Station Tjipinang telah memenuhi panggilan Bareskrim Polri untuk memberikan keterangan," ujar Hasudungan dalam keterangannya, Selasa (15/7/2025).

Baca Juga: Prediksi Skor Hamrun Spartans vs FK Zalgiris di Kualifikasi UCL, 16 Juli 2025: Misi Mustahil Tas-Sikkina di Malta

"Dengan kemungkinan pemanggilan berikutnya setelah hasil analisis pemeriksaan terhadap sampel oleh Satuan Petugas (Satgas) Pangan selesai dilakukan," imbuhnya.

Kemudian, ia menjelaskan, pihaknya menggunakan beras merk Setra Pulen dan Setra Ramos yang di produksi PT. Food Station Tjipinang Jaya untuk kegiatan "Penyediaan dan Pendistribusian Pangan dengan Harga Murah bagi Masyarakat Tertentu" atau yang biasa dikenal Program Pangan Bersubsidi Beras dengan kelas mutu Premium.

"Terhadap kedua merk tersebut, Dinas KPKP DKI Jakarta secara periodik (sedikitnya 3 kali dalam setahun) melakukan pengambilan sampel beras di gudang FS dan melakukan pengujian di Laboratorium Terakreditasi (Lab Saraswanti dan atau Lab PPSH DKPKP) untuk memastikan kesesuaian mutunya," katanya.

Pada tahun 2025, lanjut Hasudungan, telah dilakukan pengambilan sampel beras kedua merk tersebut di gudang FS selama 2 kali pada tanggal 24 Januari dan 16 Juni 2025. Serta mengujikannya ke Laboratorium Saraswanti (SIG) Jakarta Pusat dengan hasil sesuai kelas Premium.

Baca Juga: Politikus Golkar Sebut Perlu Regulasi E-Dagang untuk Lindungi Konsumen dan Pelaku Usaha Lokal

"Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah Provinsi DKI Jakarta saat ini sedang melakukan pengujian mutu 50 sampel beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas)," tukasnya.

Ia juga menuturkan, di samping memastikan mutu pangan bersubsidi, Pemprov DKI Jakarta juga terus melakukan upaya memberikan jaminan keamanan pangan yang beredar di pasaran kepada masyarakat DKI Jakarta.

"Dihimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dalam membeli beras dan diharapkan agar menunggu hasil investigasi dari pihak yang berwajib terkait informasi yang beredar pada saat ini," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.