Jakarta

Fraksi Golkar Soroti Minimnya Perhatian Pemprov Jakarta terhadap Posyandu, Minta Pemerataan Alat Kesehatan

Ainun Kusumaningrum | 20 Agustus 2025, 13:51 WIB
Fraksi Golkar Soroti Minimnya Perhatian Pemprov Jakarta terhadap Posyandu, Minta Pemerataan Alat Kesehatan

AKURAT  JAKARTA - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Golkar, Alia Noorayu Laksono, menyoroti minimnya perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terhadap kader dan fasilitas Posyandu.

Alia mempertanyakan keseriusan Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam mendukung layanan kesehatan komunitas.

Sorotan ini muncul setelah Alia melakukan Sosialisasi Peraturan Daerah di empat titik di wilayah Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur.

Baca Juga: Marak Pemasangan Bendera One Piece, Legislator Golkar Alia Laksono Nilai Tak Perlu Anggap Serius

Dalam agenda tersebut, warga RW 02 Cipinang Besar Utara mengeluhkan kurangnya dukungan bagi kader posyandu di wilayah mereka.

"Posyandu itu garda terdepan layanan kesehatan komunitas. Mereka berperan penting dalam pencegahan stunting, tapi masih minim fasilitas dan dana operasional," ujar Alia.

Menurutnya, banyak posyandu di Jakarta yang belum mendapatkan alat kesehatan memadai, padahal pencegahan stunting menjadi salah satu fokus utama Pemprov DKI.

Baca Juga: Peringatan HUT ke-80 RI, Wakil Ketua DPRD Basri Baco dari Golkar Hadiri Fashion Show sebagai Bentuk Syukur atas Perjuangan Pahlawan

"Saat reses, saya bahkan melihat sendiri alat-alat kesehatan yang tidak merata. Ini harus menjadi perhatian serius Pemprov DKI," imbuh politikus Partai Golkar tersebut.

Alia mendesak Dinkes DKI Jakarta untuk tidak hanya mengandalkan retorika dalam program kesehatan, melainkan juga memberikan dukungan nyata di lapangan.

"Pemerataan alat kesehatan dan insentif bagi kader posyandu harus jadi prioritas. Jangan sampai peran vital mereka justru tidak dihargai," tegasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.