Cari Solusi Kemacetan di Jakarta, Wagub Rano Usul Bangun Jalan 3 Tingkat Mirip di Bangkok

AKURAT JAKARTA - Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, mengusulkan salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta dengan membangun jalan bertingkat hingga 3 lapis atau triple deck.
Ia menjelaskan, kemacetan yang terjadi di Bangkok, Thailand, persis dialami oleh Jakarta. Namun, saat mereka membangun triple deck, maka kemacetan tersebut jadi terurai.
"Tadi saya sudah berbisik dengan Pak Polda, Thailand itu, Bangkok, itu mengalami hal yang sama dengan Jakarta, tapi di saat mereka langsung triple deck, agak terurai kemacetannya," ujar Rano di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2025).
Ia pun menilai, jika Jakarta dapat melakukan pembangunan tersebut, maka diperlukan revolusi yang besar.
"Cuma kalau kita Jakarta melakukan triple deck, itu revolusi yang luar biasa, karena pasti akan stuck dulu semua," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, Bangkok membutuhkan 4 tahun dalam pembangunan jalan tersebut. Namun, ia menilai bahwa hal ini bukan satu-satunya cara mengatasi kemacetan.
Baca Juga: Dishub DKI Jakarta Kaji Berlakukan Sistem Ganjil-Genap di Jalan TB Simatupang, Atasi Macet Parah
"Bangkok itu membangun kotanya hampir 4 tahun, hanya untuk membangun ini saja, itu salah satu cara, walaupun bukan satu-satunya cara, Bangkok belum punya MRT, kita punya MRT, itu juga satu cara, bahkan kita sudah sampai ke Kota Tua, walaupun mungkin tahun 2029 baru selesai," paparnya.
Namun, ia tetap mengusulkan agar pembangunan ini bisa diterapkan di Jakarta, salah satunya di kawasan Monas, Jakarta Pusat.
"Tapi itu salah satu cara, cuma tadi begitu saya lihat, tadi penggambaran, ini mustinya sekitar Monas ini sudah upper deck, sudah jalan musim bukan cuma 2-3 trap," tuturnya.
Mantan Anggota DPR RI itu juga menilai, saat ini kondisi lalu lintas di Jakarta sudah tidak ideal sebab jumlah kendaraan mobil di Jakarta lebih banyak dari ruas jalan.
"Karena memang kalau lihat area kota Jakarta ini, dalam tanda kutip tidak ideal, untuk menjadi jumlah kendaraan, nah itulah bagaimana caranya kita, tapi ini semua program kerja panjang, bukan kerja yang cepat, kita akui itu. Tadi kan saya katakan jumlah mobil, melebihi dari ruas jalan," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 8Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


