Jakarta

Mirip Film Home Sweet Loan, Gubernur Pramono Sebut Banyak Anak Muda Takut Nikah Karena Persoalan Hunian

Yasmina Nuha | 10 September 2025, 17:58 WIB
Mirip Film Home Sweet Loan, Gubernur Pramono Sebut Banyak Anak Muda Takut Nikah Karena Persoalan Hunian

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyebut bahwa saat ini banyak anak muda yang takut untuk menikah karena bermasalah dalam hunian rumah.

Hal ini disampaikannya dalam acara Sosialisasi Kredit Program Perumahan dengan tema: "Membangun Hunian, Menggerakkan Usaha, Memajukan Indonesia" di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, pada Rabu (10/9/2025).

"Karena program atau persoalan utama di Jakarta ini banyak sekali anak-anak muda yang mau menikah tidak berani karena persoalannya adalah perumahan," ujar Pramono.

Baca Juga: Pasar Kangen Jogja 2025 Akhirnya Diputuskan Digelar 18-24 September, Berikut Lokasi dan Rangkaian Acaranya

Lebih lanjut, ia mengatakan, hal tersebut juga tercermin dalam cerita di film berjudul "Home Sweet Loan" yang disutradarai Sabrina Rochelle Kalangie.

Dalam film ini tersebut, terdapat tokoh yang merupakan anak muda yang enggan menikah karena tidak mendapat program kredit perumahan.

"Kita semua di ruangan ini mungkin ada yang sudah nonton film Home Sweet Alone. Di situ digambarkan orang takut nikah karena gak dapat kredit program perumahan," tuturnya.

Ia pun berharap, melalui program kredit perumahan milik pemerintah pusat yang termasuk dalam Program 3 Juta Rumah dapat mempermudah masyarakat untuk memiliki hunian.

"Jadi kalau kredit ini bisa diperoleh oleh masyarakat, apakah itu developer-nya, apakah pemakai-nya, saya yakin ini akan memberikan manfaat yang cukup besar bagi masyarakat yang ada di Jakarta," tukasnya.

Baca Juga: Pemprov Jakarta Bantah Kabar Terkait Kenaikan Tarif Parkir hingga Rp 30 Ribu per Jam, Gubernur Pramono: Itu Sama Sekali Tidak Benar!

Diketahui, Program 3 Juta Rumah menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam misi pembangunan infrastruktur sosial dan pemerataan kesejahteraan.

Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Didyk Choirul, program ini tidak hanya menyasar pada aspek fisik berupa rumah, tetapi memiliki dimensi strategis dalam menggerakkan ekonomi nasional.

“Jadi itu jadi tujuan utamanya adalah bagaimana supaya 3 juta rumah ini bisa mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang tajam sampai 8 persen," katanya.

Selain itu, lanjutnya, bagaimana supaya program ini bisa mendorong untuk pemerataan pembangunan, percepatan pengentasan kemiskinan. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.