Jakarta

Dinas Lingkungan Hidup DKI Ungkap RDF Rorotan Bakal Beroperasi Mulai November 2025, Uji Coba Berlanjut Sampai Akhir Oktober

Yasmina Nuha | 16 Oktober 2025, 14:47 WIB
Dinas Lingkungan Hidup DKI Ungkap RDF Rorotan Bakal Beroperasi Mulai November 2025, Uji Coba Berlanjut Sampai Akhir Oktober

AKURAT JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta berencana mengoperasikan Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan mulai November 2025 mendatang.

Kepala Dinas LH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan uji coba RDF tersebut yang akan berakhir sampai akhir Oktober 2025.

"Uji coba RDF akan dilanjutkan sampai dengan akhir Oktober 2025 dan mulai November 2025 DLH merencanakan RDF Rorotan sudah siap beroperasi," ujar Asep dalam keterangannya, Kamis (16/10/2025).

Baca Juga: Tinjau RSUD Cengkareng, Gubernur Pramono Kaget Ada Kamar President Suite yang Sediakan Candle Light Dinner

Ia menjelaskan, sejak tanggal 1 Oktober 2025 sampai saat ini, uji coba RDF Rorotan telah dimulai dengan mengolah sampah rumah tangga secara bertahap mulai dari 30 ton, 100 ton, hingga 200 ton.

Kemudian, pada tanggal 3 Oktober 2025, pihaknya juga telah mengundang perwakilan masyarakat sekitar RDF Rorotan yaitu dari wilayah Kelurahan Rorotan, Kelurahan Cakung Timur, Kelurahan Ujung Menteng, Desa Pusaka Rakyat Bekasi, hingga Harapan Indah Bekasi untuk meninjau langsung uji coba tersebut.

"Untuk melihat langsung penambahan alat-alat peningkatan pengendalian emisi dan kebauan yang telah terpasang, meninjau proses pengolahan sampah," tukas Asep.

"Serta menyaksikan secara visual kualitas emisi/asap yang telah melalui alat pengendalian emisi (Flue Gas Treatment)," imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah melakukan uji coba Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan dengan skala kecil.

Baca Juga: Catat! Barasuara Bakal Gelar Tour Konser Lima Kota di Pulau Jawa, Berikut Jadwal Lengkapnya

Ia menjelaskan, pihaknya sudah mulai melakukan tahap commissioning dengan mengolah sampah sebanyak 100-200 ton sampah.

"Jadi Rorotan kita sekarang ini sebenarnya sudah mulai melakukan commissioning. Tetapi memang skalanya itu belum skalanya yang besar. Skalanya antara 100 sampai dengan 200 ton," ujar Pramono. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.