Tinjau RSUD Cengkareng, Gubernur Pramono Kaget Ada Kamar President Suite yang Sediakan Candle Light Dinner

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta Barat, pada Kamis (16/10/2025).
Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung proses pelayanan, mulai dari administrasi hingga kelengkapan fasilitas kesehatan.
Dalam kunjungannya, ia mengaku kaget bahwa terdapat layanan eksekutif di RSUD Cengkareng.
Ruang rawat ini memiliki satu kamar president suite yang dilengkapi ruang tamu pribadi dan ruang kerja, serta lima kamar eksekutif dengan fasilitas ruang tamu dan dapur mini.
Baca Juga: Catat! Barasuara Bakal Gelar Tour Konser Lima Kota di Pulau Jawa, Berikut Jadwal Lengkapnya
Selain itu, hampir seluruh dari 500 kamar rawat inap di rumah sakit tersebut kini terisi penuh.
"Saya juga kaget, ternyata di RSUD ini ada president suite. Mudah-mudahan masyarakat bisa memanfaatkannya. Bahkan di president suite bisa untuk candle light dinner, luar biasa," ujar Pramono.
Dengan melihat pelayanan yang bagus tersebut, dirinya bersama Kepala Dinkes (Dinkes) sudah memberikan izin agar fasilitas ini di-upgrade, khususnya untuk layanan eksekutif di lantai satu dan dua.
"Saya juga meminta agar mutu pelayanan di sini terus dipertahankan karena ini rumah sakit yang sangat baik," paparnya.
Politikus PDIP itu mengapreasi fasilitas dan pelayanan di RS ini yang begitu baik. Bahkan, pelayanannya menerapkan Patient Experience Officer.
"Terus terang, ini salah satu rumah sakit milik Jakarta yang menurut saya terbaik. Fasilitasnya baik, pelayanannya juga baik. Bahkan, mereka menerapkan apa yang disebut Patient Experience Officer. Inilah yang membuat saya tertarik datang ke sini," tukasnya.
Sementara Direktur RSUD Cengkareng, Lysbeth Regina Pandjaitan, menjelaskan bahwa rumah sakit tersebut memiliki program optimalisasi pelayanan administrasi melalui Patient Experience Officer.
Program ini bertujuan untuk memudahkan pasien dalam proses administrasi dan pendaftaran.
"Gagasan ini muncul ketika kami melihat banyak pasien yang kebingungan saat mendaftar, termasuk pengguna kursi roda yang kesulitan mencari bantuan," tutur Lysbeth.
Dengan itu, lanjutnya, pihaknya membentuk layanan Patient Experience Officer dari staf internal tanpa menambah SDM baru.
"Petugasnya berasal dari berbagai unit, mulai dari keamanan, office boy, hingga staf administrasi yang kami latih khusus untuk membantu pasien," jelasnya.
Ia juga menjelaskan, dalam rangka mengangkat budaya lokal, petugas Patient Experience Officer mengenakan busana adat Betawi saat melayani pasien rawat jalan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


