Subsidi Transportasi Dipotong, Komisi B DPRD DKI Sebut Kenaikan Tarif Transjakarta Belum Dibahas

AKURAT JAKARTA - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ), mengatakan bahwa pihaknya belum menghitung anggaran terkait kenaikan tarif Transjakarta dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Ia menjelaskan, pihaknya telah menetapkan pengurangan subsidi Public Service Obligation (PSO) untuk Transjakarta , MRT, dan LRT imbas pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) oleh pemerintah pusat sebesar Rp15 triliun.
Pengurangan tersebut juga dilakukan untuk keperluan mendesak lain seperti ketahanan pangan hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
Baca Juga: Pemprov DKI Bakal Lakukan Penataan Kawasan TIM dan IKJ, Gubernur Pramono Minta Siapkan Rancangannya
Namun, dalam pembahasan pengurangan subsidi tersebut, pihaknya belum membahas terkait kenaikan tarif Transjakarta.
"Nah untuk Komisi B, di mana mitranya adalah transportasi yang mendapatkan PSO ya ada Transjakarta, MRT, dan LRT. Ya kita akhirnya memang memotong ya, jadi dikurangin anggaran untuk subsidi ke transportasi umum," ujar MTZ di Balai Kota Jakarta, dikutip Rabu (5/11/2025).
"Kita potong untuk kegiatan yang lain, misalnya ketahanan pangan, kemudian kepada UMKM, dan lain-lain. Tapi ini tidak dengan menghitung bahwa tarifnya dinaikkan. Belum, ya," sambungnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan, pihaknya masih menunggu keputusan dari Gubernur Jakarta, Pramono Anung kapan tarif Transjakarta akan mengalami kenaikan.
"Jadi, memang ada pengurangan subsidi, kita geser-geser, tapi tarif Transjakarta tidak naik, belum naik ya. Nanti mungkin di tahun depan baru kita nunggu gubernur kapan saat yang tepat untuk menaikkan ya," terang MTZ.
Namun, politikus PKS itu mengatakan bahwa pihaknya belum sama sekali membicarakan kenaikan tarif ini dengan Gubernur Pramono maupun pihak eksekutif lainnya.
"Jadi, kita di DPRD itu belum membicarakan sama sekali tentang tarifnya jadi berapa karena belum ada masuk dari eksekutif ya. Jadi itu kan diusulkan dulu dari Gubernur, ya, mau naik berapa, kemudian nanti kita bicarakan," tutur MTZ.
"Kita juga menunggu kajian ya, kajiannya seperti apa. Dikatakan bahwa oleh DTKJ ya, Dewan Transportasi Kota Jakarta yang mengatakan tapi belum menyampaikan, ya kajiannya seperti apa. Apakah 1.500, 2.000, belum secara resmi belum diberikan," tandasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 8Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



