Jakarta

Buntut Sopir Truk Meninggal di TPST Bantargebang, Dinas LH DKI Bakal Evaluasi Menyeluruh Sistem Pengangkutan Sampah

Yasmina Nuha | 9 Desember 2025, 14:01 WIB
Buntut Sopir Truk Meninggal di TPST Bantargebang, Dinas LH DKI Bakal Evaluasi Menyeluruh Sistem Pengangkutan Sampah

AKURAT JAKARTA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memperkuat protokol keselamatan dan kesehatan kerja serta membenahi pola penanganan sampah.

Hal ini menyusul meninggalnya seorang pengemudi truk sampah seusai bertugas di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum.

Baca Juga: Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Atletico Madrid di UCL, 10 Desember 2025: Dominasi Boeren di Stadion Philips

"Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kami untuk memperketat standar keselamatan kerja agar kejadian serupa tidak terulang. Beliau terkena serangan jantung yang diduga dipicu kelelahan," ujar Asep dalam keterangannya, Selasa (9/12/2025).

DLH memastikan seluruh hak dan santunan bagi keluarga sedang diproses, termasuk percepatan administrasi BPJS Ketenagakerjaan.

Seluruh petugas lapangan DLH juga telah difasilitasi BPJS Kesehatan sehingga ke depan mereka akan diminta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di fasilitas kesehatan.

Evaluasi internal dilakukan secara menyeluruh, termasuk terhadap antrean truk di TPST Bantargebang yang meningkatkan risiko kelelahan sopir.

Asep menegaskan bahwa pembenahan sistem harus mampu mengurangi waktu tunggu di lapangan.

"Semakin lama truk menunggu, semakin tinggi risiko keselamatan karena faktor kelelahan pengemudi. Karena itu, aspek keselamatan harus menjadi pijakan utama dalam setiap kebijakan operasional," ucap Asep.

Baca Juga: UMP Jakarta 2026 Akan Difinalkan Pekan Ini, Gubernur Pramono Akui Masih Ada Perbedaan Pendapat Buruh dan Pengusaha

Ia juga menjelaskan, pihaknya menata ulang pola dan jadwal pengangkutan sampah dari lima wilayah kota untuk menghindari penumpukan pada jam tertentu.

Penataan ini diharapkan menciptakan arus pembuangan yang lebih stabil dan kondisi kerja yang lebih manusiawi.

"Dengan distribusi yang lebih merata dan dukungan sistem informasi yang mumpuni, waktu tunggu dapat ditekan dan beban kerja lebih terukur," terangnya.

Asep menegaskan bahwa berbagai langkah ini merupakan momentum untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari pengaturan titik buang hingga peningkatan fasilitas pendukung di lapangan.

Baca Juga: Dulu Sederhana, Kini Mewah, Ini 8 Keseruan Boomers yang Kini Hampir Mustahil Dinikmati Gen Z

"Perbaikan ini kami lakukan agar sistem pengelolaan sampah Jakarta semakin efisien, aman, dan manusiawi. Perlindungan bagi para pekerja yang menjadi tulang punggung kebersihan kota adalah prioritas kami," tandasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.