Tangani Korban Insiden Mobil MBG Tabrak Siswa, Komisi E DPRD DKI Dorong Pemprov Buka Posko Krisis Terpadu

AKURAT JAKARTA - Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Muhammad Subki, menyoroti penanganan korban insiden mobil pengangkut Makan Gizi Gratis (MBG) yang menabrak siswa dan guru SDN 01 Cilincing, Jakarta Utara.
Ia meminta Pemprov DKI memastikan penanganan para korban secara cepat, menyeluruh, dan manusiawi. Termasuk layanan medis, pendampingan psikologis, dan dukungan bagi keluarga.
"Kami meminta Pemprov membuka Posko Krisis Terpadu," ujar Subki dalam keterangannya, Sabtu (13/12/2025).
Baca Juga: Wabup Tangerang Apresiasi Peran Kurir Darah, Intan Nurul: Dedikasi Mereka Selamatkan Banyak Nyawa
Menurutnya, keberadaan Posko tersebut agar seluruh proses penanganan di sekolah maupun di rumah sakit berlangsung terkoordinasi dan responsive.
"Memastikan tidak ada kebutuhan korban yang terabaikan," tutur politikus PKS itu.
Atas peristiwa itu, Subki meminta agar perlu evaluasi mendalam terkait seluruh rangkaian kejadian. Mulai dari faktor pengemudi, kondisi kendaraan, hingga pengaturan keamanan di lingkungan sekolah.
"Sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya mencegah kejadian serupa di masa depan," imbuhnya.
Ia juga mendesak Pemprov mengevaluasi operasional serta tata kelola MBG dengan memastikan seluruh pihak yang terlibat menerapkan standar keselamatan secara ketat.
Bahkan, Pemprov harus bertanggung jawab penuh dalam menjaga keamanan peserta didik, termasuk mekanisme kendaraan operasional MBG serta pengemudinya di sekolah.
"Area steril kendaraan dan faktor pengemudi juga harus diperhatikan," pungkasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Jhonny Simanjuntak, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, khususnya Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, untuk memberikan perhatian penuh terhadap kondisi siswa yang menjadi korban.
Jhonny menekankan bahwa setelah para siswa pulih secara fisik, pendampingan psikologis atau trauma healing harus segera dilakukan.
"Pasca kejadian, ketika para siswa sudah pulih secara fisik, harus ada pendampingan khusus—bekerja sama dengan pihak terkait—untuk trauma healing," ujar Jhonny. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 8Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



