Jakarta

PAM Jaya Targetkan Sambungan Pipa 1.000 Km pada 2026, Gubernur Pramono Minta Selesaikan Galian Lama Sebelum Buat Titik Baru

Sastra Yudha | 30 Desember 2025, 10:13 WIB
PAM Jaya Targetkan Sambungan Pipa 1.000 Km pada 2026, Gubernur Pramono Minta Selesaikan Galian Lama Sebelum Buat Titik Baru

AKURAT JAKARTA - PAM Jaya menargetkan pembangunan sambungan pipa sepanjang 1.000 Km pada tahun 2026.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meminta kepada PAM Jaya agar sebelum membuat galian baru, harus dipastikan galian yang lama telah selesai terlebih dahulu.

Terkait target pembangunan sambungan pipa sepanjang 1.000 Km tersebut disampaikan Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, di acara HUT ke-103 PAM Jaya, Minggu (28/12/2025).

Baca Juga: Dekranasda Pandeglang Studi Tiru ke Kabupaten Tangerang, Perkuat Sinergi Pemberdayaan Pelaku Usaha Kerajinan di Provinsi Banten

"Tahun depan, Pak Gubernur dan Pak Wagub menargetkan kami untuk bisa berkembang lebih cepat lagi. Tahun depan target kita 450.000 sambungan atau mencapai 1.000 kilometer tambahan," ungkapnya.

Arief pun meminta maaf kepada masyarakat, apabila proyek tersebut akan membuat kemacetan di sejumlah jalan di Jakarta.

Arief mengatakan, pembangunan sambunan pipa air bersih itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kalau kita masuk ke masyarakat kecil nantinya air bersih yang bisa dimanfaatkan itu luar biasa manfaatnya buat masyarakat kecil," katanya.

Arief pun meminta maaf, jika pembangunan sambungan pipa itu nantinya akan membuat kemacetan lagi di Jakarta.

"Jadi Pak, sekaligus juga saya laporkan juga kepada Pak Sekda juga nih, mohon maaf nih Pak nanti bikin macet lagi Pak," ujar Arief.

Baca Juga: Luncurkan Mobil Training Kejuruan Servis Motor, Bupati Tangerang: Dekatkan Layanan Pelatihan Keterampilan Kepada Masyarakat

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan guna memenuhi target cakupan air di Jakarta.

Pramono juga meminta kepada PAM Jaya agar sebelum membuat galian baru, harus dipastikan galian yang lama telah selesai terlebih dahulu.

Hal itu dilakukan agar tak menimbulkan kemacetan di banyak titik sekaligus. "Selesaikan dulu, baru gali yang baru," tegasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.