Jakarta

Efek Kebijakan Perayaan Malam Tahun Baru Tanpa Kembang Api, Sampah yang Ditimbulkan di Jakarta Turun Drastis

Yasmina Nuha | 1 Januari 2026, 14:58 WIB
Efek Kebijakan Perayaan Malam Tahun Baru Tanpa Kembang Api, Sampah yang Ditimbulkan di Jakarta Turun Drastis

AKURAT JAKARTA - Kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang melarang pesta kembang api di malam tahun baru 2026, berefek positif terhadap timbunan sampah.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mencatat, sampah sisa perayaan malam tahun baru 2026 mencapai 415 meter kubik atau setara 91,41 ton.

Angka ini menurun signifikan dibandingkan dengan malam tahun baru sebelumnya, yang mencapai 132 ton di tahun 2025.

Hal ini seiring kebijakan tanpa kembang api serta cuaca sempat hujan kecil yang turut membatasi aktivitas luar ruang.

Baca Juga: Perayaan Malam Tahun Baru 2026, Gubernur Pramono Ungkap Donasi Korban Bencana Sumatra Capai Rp3,1 Miliar

Penanganan sampah dilakukan di sejumlah titik utama perayaan, antara lain kawasan Bundaran HI, Jalan Sudirman–MH Thamrin dan sekitarnya, Sarinah, Dukuh Atas, Semanggi, kawasan SCBD dan Bursa Efek Indonesia.

Kemudian, di Monas dan seluruh Jalan Medan Merdeka, Patung Pemuda Membangun, Lapangan Banteng, serta kawasan Istiqlal dan sekitarnya.

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan proses pembersihan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi sejak malam hingga dini hari.

Meski jumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) meningkat dan hujan ringan sempat turun sehingga pembersihan harus banyak dilakukan secara manual menggunakan sapu dan pengki.

Basahan hujan membuat sampah menempel di jalan dan membuat berat sampah bertambah karena mengandung air.

"Ribuan petugas kebersihan kami kerahkan dengan dukungan armada pengangkut sampah agar Jakarta kembali bersih sebelum aktivitas warga dimulai. Mejelang Subuh tuntas semua, Jakarta kembali kinclong," ujar Asep dalam keterangannya, Kamis (1/12/2026).

Baca Juga: Persita Amankan Kemenangan di Kanjuruhan, Zaki Iskandar Puji Mentalitas Pendekar Cisadane

Ia melanjutkan, penurunan timbulan sampah tidak terlepas dari kebijakan pelarangan kembang api, kondisi cuaca, serta konsep perayaan tahun baru yang lebih sederhana dan bermakna.

DLH juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas kebersihan yang tetap bekerja menjaga wajah kota.

Tak lupa, Asep mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi aktif menjaga kebersihan dengan mengurangi sampah serta membuang sampah pada tempat-tempat yang telah disediakan.

"Kesadaran warga ini sangat membantu dan menjadi kunci terciptanya perayaan yang tertib, nyaman, dan bersih," katanya.

Perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta sendiri digelar dengan pendekatan reflektif melalui doa bersama sebagai wujud empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

Baca Juga: Bupati dan Wabup Tangerang Bersama Forkopimda Pantau Langsung Malam Pergantian Tahun 2026, Perayaan Berlangsung Aman dan Kondusif

Menurut Asep, semangat kepedulian dan kebersamaan tersebut sejalan dengan upaya menjaga kebersihan, ketertiban, dan nilai kemanusiaan di ruang-ruang publik Jakarta. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.