Jakarta

Dukung KPU Masuk Sekolah, Legislator Golkar Alia Laksono: Anak Muda Jakarta Kritis dan Melek Politik

Yasmina Nuha | 2 Januari 2026, 21:49 WIB
Dukung KPU Masuk Sekolah, Legislator Golkar Alia Laksono: Anak Muda Jakarta Kritis dan Melek Politik

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono mendukung penuh rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta memberikan pendidikan demokrasi di sekolah-sekolah.

Program tersebut penting untuk memupuk jiwa nasionalisme serta membangun kesadaran berdemokrasi terhadap generasi mendatang.

Alia menyampaikan, sekitar 50 persen jumlah Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024 berasal dari suara generasi muda, khususnya Generasi Milenial dan Z.

Baca Juga: Legislator DKI dari Golkar Syafi Fabio Dorong JCF Fokus pada Kebutuhan Dasar Warga, Bukan Sekadar Proyek Komersial

"Harus ada effort khusus buat anak-anak muda. Karena anak-anak muda zaman sekarang kan sudah kritis. Very socially and politically aware,” ujar Alia di Gedung DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia menilai, saat ini, sikap acuh pemuda terhadap politik terjadi karena kurangnya pendidikan demokrasi yang memadai di sekolah.

"Stigma-stigma itu harus bisa dipatahkan dengan kesadaran bahwa every vote matters (setiap suara berarti)," tutur Alia.

Baca Juga: Antisipasi Kebakaran Hebat, Legislator Golkar Dadiyono Desak Dinas Citata Perketat Pengawasan Gedung Tinggi

Untuk mendorong perubahan dan berkontribusi dalam pembangunan kota, jelas Alia, para anak muda bisa memulai lewat kontes-kontes politik.

Dengan itu, Alia mengajak seluruh lapisan masyarakat agar peduli terhadap pembangunan kota lewat sistem demokrasi politik yang absolut.

Meski berbeda pandangan maupun partai, sambung Wakil Ketua Komisi A itu, pembangunan kota butuh dukungan menyeluruh. Sehingga terwujud kemajuan dan keadilan terhadap kebutuhan publik.

"Kita harus tetap berpartisipasi dan menggunakan hak suara kita. Karena kan gak semua negara itu punya demokrasi seperti Indonesia," tukas Alia.

"Jadi kita gak bisa take it for granted (meremehkan), tapi ini suatu previllege (keuntungan) bagi kita," tandasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y