Usai Mangkrak 5 Tahun, Pasar Kombongan Jakpus Kembali Diresmikan Gubernur Pramono, Kini Mampu Tampung 121 Kios

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Pasar Kombongan di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (6/1/2026).
Usai direvitalisasi setelah mangkrak selama 5 tahun, pasar ini kini tampil lebih representatif dengan dua lantai yang mampu menampung 121 kios dan 50 los.
"Pasar Kombongan sudah mangkrak selama 4–5 tahun. Hari ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Permasalahannya adalah akses menuju lokasi ini yang masih perlu diperbaiki," ungkap Pramono.
Ia menegaskan, revitalisasi Pasar Kombongan merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali pasar-pasar rakyat yang sebelumnya sempat terbengkalai.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga mendengarkan langsung aspirasi dan kebutuhan para pedagang yang akan berjualan di Pasar Kombongan.
"Saya ingin pasar ini benar-benar hidup kembali. Karena itu, saya minta masukan langsung dari para pedagang mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki agar pembeli semakin banyak datang ke Pasar Kombongan," tukasnya.
Salah satu pedagang, Sarwono, menyampaikan keluhan terkait aksesibilitas pasar yang dinilai menurun sejak adanya penutupan jalur akibat lintasan kereta api.
Ia berharap ada pembukaan akses, minimal untuk kendaraan roda dua, agar aktivitas perdagangan kembali bergeliat.
Baca Juga: Hangat dan Mengenyangkan, Rekomendasi Menu Makanan Berkuah untuk Pagi Hari
"Saya berharap kepada Bapak Gubernur supaya bisa membuka akses, paling tidak untuk motor, agar geliat usaha dan lalu lalang membawa barang menjadi lebih mudah," kata Sarwono.
Menanggapi hal tersebut, Pramono langsung meminta jajaran terkait, termasuk Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat dan Perumda Pasar Jaya, untuk segera mencari solusi konkret.
"Saya minta agar segera diupayakan akses minimal untuk kendaraan roda dua. Kita memang tidak bisa mengubah jalur kereta, tetapi bisa membuka akses alternatif agar pembeli lebih mudah datang ke pasar," tegasnya.
Pramono juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan pasar serta mendorong penerapan sistem transaksi non-tunai.
Menurutnya, digitalisasi melalui QRIS tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan di lingkungan pasar.
"Dengan pembayaran digital, risiko copet berkurang, praktik pungutan liar bisa ditekan, dan pembeli merasa lebih aman serta nyaman," sambungnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





