Jakarta

Ketua Fraksi Golkar Judistira Dukung Pembongkaran Tiang Monorel di Jalan Rasuna Said, Nilai Jadi Biang Kecelakaan

Yasmina Nuha | 15 Januari 2026, 07:06 WIB
Ketua Fraksi Golkar Judistira Dukung Pembongkaran Tiang Monorel di Jalan Rasuna Said, Nilai Jadi Biang Kecelakaan

AKURAT JAKARTA – Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, mendukung dimulainya pembongkaran tiang-tiang monorel mangkrak di sepanjang jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan pada Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, keberadaan tiang monorel yang telah terbengkalai selama puluhan tahun tersebut dinilai menimbulkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

Sebab, dalam beberapa waktu terakhir telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara motor maupun mobil akibat keberadaan tiang monorel tersebut.

Baca Juga: Legislator Golkar Andri Santosa Apresiasi UMP DKI 2026 Rp5,7 Juta, Minta Pengawasan dan Dukungan untuk UMKM

"Akibat ada tiang-tiang monorel itu, kemarin masyarakat terkena musibah di situ, ada kecelakaan pengendara motor. Belum lagi kecelakaan kendaraan mobil. Ini tentu menjadi perhatian pemerintah," ujar Judistira kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, proyek monorel tersebut merupakan rencana kerja sama antara PT Adhi Karya dan Pemprov DKI Jakarta yang sudah berjalan lebih dari 21 tahun.

Namun, seiring berjalannya waktu, proyek itu mengalami pembatalan dan telah disepakati untuk tidak dilanjutkan.

Baca Juga: Antisipasi Kebakaran Hebat, Legislator Golkar Dadiyono Desak Dinas Citata Perketat Pengawasan Gedung Tinggi

Dengan status proyek yang sudah dihentikan, Judistira menilai penataan kota perlu segera dilakukan agar Jakarta menjadi lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

Menurutnya, langkah pembongkaran merupakan pilihan rasional demi menghilangkan potensi bahaya di jalan raya.

"Kita tahu akibat ada tiang-tiang monorel itu, kemarin masyarakat terkena musibah di situ, ada kecelakaan dan sebagainya. Sehingga dengan demikian, diputuskan oleh pemerintah provinsi Jakarta agar ini mau dibongkar," tukasnya.

Anggota Komisi D itu menambahkan, fokus utama dari kebijakan ini bukan semata pembongkaran fisik, melainkan upaya menciptakan ruang kota yang lebih tertata serta menjamin keselamatan warga Jakarta.

"Intinya, Jakarta ingin lebih indah, tetapi yang paling utama adalah memberikan keselamatan dan keamanan bagi masyarakat," pungkas Judistira.

Diketahui, sebanyak 109 tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said hingga kawasan Grand Melia Hotel mulai dibongkar pada Rabu (14/1/2026).

Proses pengerjaan dilakukan pada malam hari guna menghindari penutupan jalan dan meminimalkan gangguan lalu lintas di jalur utama ibu kota.

Gubernur Jakarta Pramono Anung menargetkan seluruh proses pembongkaran dan penataan Jalan HR Rasuna Said rampung pada September 2026. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y