Jakarta

Kepala Dishub DKI Optimis Pembongkaran Tiang Monorel di Jalan Rasuna Said Bakal Tingkatkan Kinerja Lalin hingga 18 Persen

Yasmina Nuha | 15 Januari 2026, 14:56 WIB
Kepala Dishub DKI Optimis Pembongkaran Tiang Monorel di Jalan Rasuna Said Bakal Tingkatkan Kinerja Lalin hingga 18 Persen

AKURAT JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengklaim pembongkaran tiang monorel mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said akan berdampak langsung pada peningkatan kinerja lalu lintas.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mencatat bahwa unjuk kerja jaringan lalu lintas di kawasan Rasuna Said meningkat hingga 18 persen.

Ia menjelaskan, peningkatan tersebut berasal dari perubahan geometri jalan setelah tiang monorel dibongkar.

Baca Juga: Prediksi Skor Racing Santander vs Barcelona di Copa del Rey, 16 Januari 2026: Ujian Berat Pemuncak Segunda

Salah satu dampak utamanya adalah penambahan satu lajur cepat yang selama ini terhalang oleh keberadaan tiang dan median jalan.

"Dengan adanya penambahan satu lajur cepat nantinya dan dihilangkannya median pemisah, akan ada perbaikan sekitar 18 persen unjuk kerja jaringan di Rasuna Said," kata Syafrin kepada wartawan, dikutip Kamis (15/1/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan unjuk kerja lalu lintas diukur berdasarkan asesmen teknis yang dilakukan Dishub dengan mempertimbangkan volume kendaraan, kapasitas jalan, dan tingkat pelayanan lalu lintas di koridor Rasuna Said.

"Jadi setelah pembongkaran dan penataan, kapasitas jalannya bertambah dan arus kendaraan bisa bergerak lebih optimal," ujarnya.

Syafrin menambahkan, pembongkaran tiang monorel ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari penataan kawasan Rasuna Said secara menyeluruh.

Baca Juga: Transjakarta Catat 6.793 Barang Penumpang Tertinggal Sepanjang Tahun 2025, Sebanyak 1.802 Kembali ke Pemilik Melalui Proses Ketat

Penataan tersebut mencakup perbaikan badan jalan, penghapusan median yang tidak lagi diperlukan, serta penyesuaian marka dan rambu lalu lintas.

Selain itu, Syafrin menjelaskan, seluruh pekerjaan dilakukan mulai pukul 23.00 hingga 05.00 WIB guna menghindari kemacetan di jam sibuk.

Pemilihan waktu tersebut disesuaikan dengan kondisi kepadatan lalu lintas Jakarta yang masih tinggi hingga sekitar pukul 22.00 WIB.

"Karena kepadatan lalu lintas di Jakarta itu bahkan sampai jam 10 malam, maka window time-nya dari jam 23.00 sampai dengan pukul 05.00," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.