Jakarta

Atasi Polusi Udara di Jakarta, Jokowi Minta Segera Rekayasa Cuaca

Ainun Kusumaningrum | 15 Agustus 2023, 10:07 WIB
Atasi Polusi Udara di Jakarta, Jokowi Minta Segera Rekayasa Cuaca

AKURAT.CO - Presiden Joko Widodo atau Jokowi minta dilakukan rekayasa cuaca untuk menangani polisi udara di Jakarta yang semakin buruk.

Menurut Jokowi, kualitas udara di DKI Jakarta sudah di angka 156 dengan keterangan tidak sehat.

"Secepatnya harus dilakukan intervensi yang bisa meningkatkan kualitas udara di Jabodetabek lebih baik," kata Jokowi rapat terbatas dengan Pj Gubernur DKI dan sejumlah menteri, Senin (14/8).

Baca Juga: Ngebut Gagal Nyalip, Pemotor Tewas Tabrak Pengendara Lain di Depannya

Kualitas udara buruk, kata dia, terjadi karena kemarau panjang selama tiga bulan terakhir. Selian itu, pembuangan emisi dari transportasi dan aktivitas industri di Jabodetabek, terutama yang menggunakan batu bara di sektor industri manufaktur.

Jokowi meminta ada rekayasa cuaca untuk memancing hujan di kawasan Jabodetabek Jokowi juga meminta agar ruang terbuka hijau diperbanyak.

"Dan menerapkan regulasi untuk percepatan penerapan batas emisi khususnya di Jabodetabek," katanya.

Baca Juga: Gagal Raih Poin di Madura, Pelatih Persija Ngaku Kecewa

Jokowi mengakui, itu semua memerlukan anggaran. Menurut dia, jika diperlukan, pemerintah harus berani mendorong banyak kantor melaksanakan hybrid working, work from office.

"Saya enggak tahu nanti dari kesepakatan di rapat terbatas ini apakah 75 persen (di rumah) 25 persen (di kantor) atau angka yang lain," kata Jokowi.

Untuk jangka menengah, Jokowi meminta para menteri konsisten menerapkan kebijakan mengurangi penggunaan kendaraan berbasis fosil dan segera beralih ke transportasi massal.

Baca Juga: Perayaan HUT ke-78 RI, Bupati Zaki Perintahkan Gelar Pesta Rakyat

Dia mencontohkan LRT dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang bakal segera beroperasi untuk umum harus digenjot pemakaiannya.

Jokowi juga meminta agar ada penguatan mitigasi terhadap perubahan iklim.

Dan meminta agar dilakukan pengawasan kepada sektor industri dan pembangkit listrik terutama di sekitar Jabodetabek.

Baca Juga: Kebakaran Halte Transjakarta Tendean Diduga Akibat Korsleting Listrik

"Saya minta agar publik diedukasi soal polusi udara tersebut," katanya.

 

 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.