Atasi Polusi Udara di Jakarta, Jokowi Minta Segera Rekayasa Cuaca

AKURAT.CO - Presiden Joko Widodo atau Jokowi minta dilakukan rekayasa cuaca untuk menangani polisi udara di Jakarta yang semakin buruk.
Menurut Jokowi, kualitas udara di DKI Jakarta sudah di angka 156 dengan keterangan tidak sehat.
"Secepatnya harus dilakukan intervensi yang bisa meningkatkan kualitas udara di Jabodetabek lebih baik," kata Jokowi rapat terbatas dengan Pj Gubernur DKI dan sejumlah menteri, Senin (14/8).
Baca Juga: Ngebut Gagal Nyalip, Pemotor Tewas Tabrak Pengendara Lain di Depannya
Kualitas udara buruk, kata dia, terjadi karena kemarau panjang selama tiga bulan terakhir. Selian itu, pembuangan emisi dari transportasi dan aktivitas industri di Jabodetabek, terutama yang menggunakan batu bara di sektor industri manufaktur.
Jokowi meminta ada rekayasa cuaca untuk memancing hujan di kawasan Jabodetabek Jokowi juga meminta agar ruang terbuka hijau diperbanyak.
"Dan menerapkan regulasi untuk percepatan penerapan batas emisi khususnya di Jabodetabek," katanya.
Baca Juga: Gagal Raih Poin di Madura, Pelatih Persija Ngaku Kecewa
Jokowi mengakui, itu semua memerlukan anggaran. Menurut dia, jika diperlukan, pemerintah harus berani mendorong banyak kantor melaksanakan hybrid working, work from office.
"Saya enggak tahu nanti dari kesepakatan di rapat terbatas ini apakah 75 persen (di rumah) 25 persen (di kantor) atau angka yang lain," kata Jokowi.
Untuk jangka menengah, Jokowi meminta para menteri konsisten menerapkan kebijakan mengurangi penggunaan kendaraan berbasis fosil dan segera beralih ke transportasi massal.
Baca Juga: Perayaan HUT ke-78 RI, Bupati Zaki Perintahkan Gelar Pesta Rakyat
Dia mencontohkan LRT dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang bakal segera beroperasi untuk umum harus digenjot pemakaiannya.
Jokowi juga meminta agar ada penguatan mitigasi terhadap perubahan iklim.
Dan meminta agar dilakukan pengawasan kepada sektor industri dan pembangkit listrik terutama di sekitar Jabodetabek.
Baca Juga: Kebakaran Halte Transjakarta Tendean Diduga Akibat Korsleting Listrik
"Saya minta agar publik diedukasi soal polusi udara tersebut," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







