Jakarta

Wacana Ganjil Genap Diterapkan 24 Jam, Pj Gubernur DKI Kontak Pusat

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 25 Agustus 2023, 15:09 WIB
Wacana Ganjil Genap Diterapkan 24 Jam, Pj Gubernur DKI Kontak Pusat

AKURAT.CO - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menyambut baik usulan DPRD DKI kebijakan ganjil genap diterapkan selama 24 jam.

Usulan itu diungkapkan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah sebagai salah satu cara menekan polusi udara sekaligus kemacetan di ibu kota.

"Ya, ide bagus," singkatnya di Stasiun Jati Mulya, Kota Bekasi, Jumat (25/08).

Baca Juga: Begini Fasilitas LRT Jabodetabek yang Pernah Dikoreksi Presiden Jokowi

Sambungnya, ia pun akan mengkoordinasikan usulan ini dwngan Polda Metro Jaya dan Kementrian Perhubungan.

"Iya, nanti koordinasi dulu dengan Polda dan Kemenhub," ujarnya

Selain itu, kata Heru, ia juga akan menindaklanjuti dan mengkaji usulan ini dengan pemerintah pusat.

Baca Juga: Segera Diresmikan, Heru Budi Ajak Walikota hingga PPSU Jajal LRT Jabodebek

"Mudah-mudahan. Kita kaji 2-3 hari ini, saya komunikasi dulu dengan pusat," tutup Heru.

Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD DKi Jakarta, Ida Mahmudah mengusulkan untuk kebijakan ganjil genap diterapkan selama 24 jam.

Hal ini sebagai salah satu upaya menekan polusi udara selain peneraoan work from home (WFH) yang sudah diterapkan Pemprov DKI Jakarta.

Baca Juga: Berikut 18 Titik Pemotor Lawan Arah di Jakarta Selatan, Rawan Kecelakaan Maut

"Harapan saya Pemda segera untuk mengevaluasi yang sudah dilakukan beberapa hari ini. Masukan dari saya kalau memang evaluasinya sangat kecil mengurangi polusi, segera dilakukan ganjil genap ini berlaku 24 jam," kata Ida kepada wartawan, Kamis (24/08).

Maka dari itu, Ida mendorong untuk kebijakan ganjil genap ini bisa dilakukan selama 24 jam, tidak hanga di jam-jam tertentu.

Selain untuk menekan polusi udara, kata Ida, ini juga bisa menjadi salah satu solusi menekan kemacetan.

"Tapi ini berlaku 24 jam biar memang betul-betul bisa mengurangi karena kita sama sama mendengar polusi udara terbanyak adalah disumbangkan oleh kendaraan bermotor," kata Ida.

"Anggaran kemacetan tidak ada, anggaran bisa dari BTT dulu, kan dari Covid-19," pungkas Ida

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.