Jakarta

Polusi Udara Jakarta Memburuk, Ini Cara Komite Penanggulangan Penyakit Respirasi dan Polusi Kemenkes

Ainun Kusumaningrum | 29 Agustus 2023, 11:26 WIB
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Ini Cara Komite Penanggulangan Penyakit Respirasi dan Polusi Kemenkes

AKURAT.CO - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membentuk Komite Penanggulangan Penyakit Pernapasan dan Dampak Polusi Udara.

Langkah tersebut diambil karena polusi udara yang masih masif menjangkiti wilayah Jakarta dan penyangga.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, mengatakan, pembentukan komite penting karena berdasarkan hasil data surveilans yang dilakukan dalam enam bulan terakhir.

Baca Juga: Ini Instruksi Pusat, Gedung Perkantoran di Jakarta Harus Tanam Pohon Besar

Yakni, menunjukan terjadi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang dilaporkan di Puskesmas maupun di rumah sakit Jabodetabek.

Untuk wilayah DKI Jakarta, kasus ISPA, katanya, mencapai 100 ribu kasus per bulan.

Untuk mengatasi, dari sisi kesehatan pihaknya terus melakukan sejumlah upaya, salah satunya mengajak masyarakat menerapkan 6M 1S.

Baca Juga: Susu Tambahan untuk Korban Polusi Udara di Jakarta, Pemprov DKI Diminta Realisasikan

Kemenkes juga melakukan pemantauan secara real time kasus ISPA yang terjadi di Puskesmas Jabodetabek.

Tak hanya penyakit ISPA, Maxi mengatakan terus melakukan pemantauan terhadap kasus Pneumonia yang terjadi di rumah sakit. 

“Kita juga inventarisir rumah sakit yang bisa lakukan penanganan pneumonia khususnya di Jabodetabek. Untuk upaya pencegahan kita ada strategi 6M dan 1S,” katanya.

Baca Juga: Susu Tambahan untuk Korban Polusi Udara di Jakarta, Pemprov DKI Diminta Realisasikan

Sementara itu, Ketua Komite Penanggulangan Penyakit Pernapasan dan Dampak Polusi Udara, Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P (K), FISR, FAPSR., menyatakan bahwa polusi udara berkontribusi terhadap peningkatan kasus ISPA dan Pneumonia di wilayah DKI Jakarta.

Hal itu diambil berdasarkan survei Bappenas tahun 2022 pada periode hampir 10 tahun setelah dilakukan riset. 

Hasil survei lainnya seperti Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di tahun 2019, kata dr. Agus, menyebutkan penyakit pernapasan termasuk 10 penyakit terbanyak di Indonesia. 

Sedangkan polusi udara merupakan faktor resiko kematian kelima tertinggi di Indonesia setelah hipertensi, gula darah, merokok dan obesitas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.