Polusi Udara Jakarta Memburuk, Ini Cara Komite Penanggulangan Penyakit Respirasi dan Polusi Kemenkes

AKURAT.CO - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membentuk Komite Penanggulangan Penyakit Pernapasan dan Dampak Polusi Udara.
Langkah tersebut diambil karena polusi udara yang masih masif menjangkiti wilayah Jakarta dan penyangga.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, mengatakan, pembentukan komite penting karena berdasarkan hasil data surveilans yang dilakukan dalam enam bulan terakhir.
Baca Juga: Ini Instruksi Pusat, Gedung Perkantoran di Jakarta Harus Tanam Pohon Besar
Yakni, menunjukan terjadi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang dilaporkan di Puskesmas maupun di rumah sakit Jabodetabek.
Untuk wilayah DKI Jakarta, kasus ISPA, katanya, mencapai 100 ribu kasus per bulan.
Untuk mengatasi, dari sisi kesehatan pihaknya terus melakukan sejumlah upaya, salah satunya mengajak masyarakat menerapkan 6M 1S.
Baca Juga: Susu Tambahan untuk Korban Polusi Udara di Jakarta, Pemprov DKI Diminta Realisasikan
Kemenkes juga melakukan pemantauan secara real time kasus ISPA yang terjadi di Puskesmas Jabodetabek.
Tak hanya penyakit ISPA, Maxi mengatakan terus melakukan pemantauan terhadap kasus Pneumonia yang terjadi di rumah sakit.
“Kita juga inventarisir rumah sakit yang bisa lakukan penanganan pneumonia khususnya di Jabodetabek. Untuk upaya pencegahan kita ada strategi 6M dan 1S,” katanya.
Baca Juga: Susu Tambahan untuk Korban Polusi Udara di Jakarta, Pemprov DKI Diminta Realisasikan
Sementara itu, Ketua Komite Penanggulangan Penyakit Pernapasan dan Dampak Polusi Udara, Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P (K), FISR, FAPSR., menyatakan bahwa polusi udara berkontribusi terhadap peningkatan kasus ISPA dan Pneumonia di wilayah DKI Jakarta.
Hal itu diambil berdasarkan survei Bappenas tahun 2022 pada periode hampir 10 tahun setelah dilakukan riset.
Hasil survei lainnya seperti Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di tahun 2019, kata dr. Agus, menyebutkan penyakit pernapasan termasuk 10 penyakit terbanyak di Indonesia.
Sedangkan polusi udara merupakan faktor resiko kematian kelima tertinggi di Indonesia setelah hipertensi, gula darah, merokok dan obesitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




