Astaga! Ribuan Anak Orang Kaya di Jakarta Terima KJP, Banyak yang Punya Mobil dan Motor

AKURAT JAKARTA - Salah satu program unggulan Pemprov DKI Jakarta adalah Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus. Namun sayang, program ini masih banyak yang tak tepat sasaran.
KJP Plus merupakan program strategis Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan akses kepada warga yang berusia 6-21 tahun dari keluarga tidak mampu, agar dapat menuntaskan pendidikan wajib belajar 12 tahun.
Sayangnya, banyak pemberian KJP yang salah sasaran. Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menemukan sebanyak 75 ribu penerima KJP berasal dari keluarga mampu secara ekonomi. Bahkan, banyak dari penerima KJP yang berasal dari keluarga PNS, TNI dan Polri.
Plt Kadisdik DKI Jakarta, Purwosusilo, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi atau verifikasi ulang terhadap penerima bantuan sosial (bansos) pendidikan tersebut.
Baca Juga: Tilang Uji Emisi Bakal Diberlakukan Kembali di Jakarta, Begini Tanggapan Komisi B DPRD DKI
"Setelah dilakukan uji kelayakan dan verifikasi, hasilnya sebanyak 75.497 tidak layak," kata Purwosusilo melalui keterangan tertulis pada Rabu, 11 Oktober 2023.
Menurut Purwosusilo, dari 75.497 orang penerima KJP yang tidak tepat sasaran itu, disebabkan blank sebanyak 36 orang, alamat tidak ditemukan sebanyak 22.024, anggota keluarga PNS/TNI/Polri sebanyak 1.219, memiliki mobil sebanyak 21.462, dan memiliki harta atau NJOP di atas Rp 1 miliar sebanyak 1.244 penerima.
Selain itu, dari keluarga mampu sebanyak 16.371 orang, meninggal dunia sebanyak 406, pindah ke luar DKI Jakarta sebanyak 11.867, tidak padan dengan data Kementerian Dalam Negeri sebanyak 862, dan tidak dilakukan musyawarah kelurahan sebanyak 6 penerima.
"Di luar DTKS per Februari 2022 dan per November 2022 di atas, masih ada penerima KJP Plus lanjutan (existing) tahun 2022 yang belum terdaftar dalam DTKS, yakni sebanyak 108.018 orang. Terhadap data ini juga dilakukan uji kelayakan dan verifikasi ulang untuk memastikan ketepatan sasaran penerima manfaat bansos KJP Plus," ucapnya.
Purwosusilo mengatakan sebanyak 20.198 tidak layak dengan rincian karena alamat tidak ditemukan sebanyak 6.484, anggota keluarga PNS/TNI/Polri sebanyak 659, memiliki mobil sebanyak 1.721, dan memiliki NJOP di atas Rp 1 miliar sebanyak 85 penerima.
Kemudian, dinilai tidak miskin oleh masyarakat setempat sebanyak 2.174, sumber air minum menggunakan kemasan bermerek 22, meninggal dunia sebanyak 27, pindah (tidak diketahui alamatnya) 7.005, pindah ke luar DKI Jakarta 1.675, dan lain-lain 346 penerima. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Catat! 12 Spot Nobar Gratis Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Tangerang Raya, Cek Lokasinya Di Sini
- 2Prediksi Skor Kosovo vs Austria di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Dardanet Balas Kekalahan?
- 3Prediksi Skor Azerbaijan vs Lithuania di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Malta vs Andorra di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Dominasi?
- 5Info Lokasi Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Jakarta - Bandung, Cek di Sini!
- 6Prediksi Skor Belanda vs Serbia di UNL, 5 Oktober 2026: Oranje Incar Kemenangan Kedua
- 7Prediksi Skor Portugal vs Norwegia di UNL, 5 Oktober 2026: Duel Seru di Porto
- 8Prediksi Skor Yunani vs Jerman di UNL, 5 Oktober 2026: Mampukah Pasukan Klopp Membalas Kekalahan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




