Jakarta

Alasan Jokowi Tidak Hadir di Pengumuman Mahfud MD sebagai Cawapres Ganjar

Ainun Kusumaningrum | 18 Oktober 2023, 11:35 WIB
Alasan Jokowi Tidak Hadir di Pengumuman Mahfud MD sebagai Cawapres Ganjar

AKURAT JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak hadir dalam pengumuman cawapres PDI Perjuangan (PDI-P) Mahfud MD yang akan mendampingi Capres Ganjar Pranowo.

Secara resmi Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengumumkan Menko Polhukam Mahfud MD menjadi cawapres, mendampingi Ganjar Pranowo.

Pengumuman Cawapres Mahfud MD digelar di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (18/10/2023).

Baca Juga: Cukup Satu Kali Pesan, Jokowi Bakal Integrasikan Multimoda Transportasi

Alasan Presiden Jokowi tidak hadir dalam pengumuman Cawapres karena sedang berada di Beijing, China dalam rangka kunjungan kerja.

Hal ini berbeda saat Jokowi hadir dalam pengumuman Ganjar sebagai capres di Istana Batutulis, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 21 April 2023.

Sementara itu, Mega mengumumkan Mahfud sebagai cawapres bersama para ketum partai yang bekerja sama dalam koalisi.

Baca Juga: Pangi Voxpol: Duet Prabowo-Ganjar Itu Antara Dilema dan Ilusi

Yakni Plt Ketum PPP Mardiono, Ketum Hanura Oesman Sapta Odang, dan Ketum Perindo Hary Tanoe. Mahfud muncul bersama Ganjar, selepas diumumkan Mega.

"Dengan mantap diri saya ambil keputusan ke semua, saya tujukan sebesar-besar bagi kepentingan rakyat, bangsa dan negara dengan ucapkan bismillahirrahmanirrahim calon wakil presiden yang dipilih PDIP yang akan dampingi Ganjar Pranowo adalah Prof Dr Mahfud MD,” kata Mega.

Mega mengaku harus melakukan kontemplasi secara mendalam sebelum mengumumkan Mahfud sebagai cawapres. Bagi Mega, Mahfud memenuhi kualifikasi lantaran memiliki rekam jejak panjang dalam bidang legislatif, yudikatif dan eksekutif.

Mega juga menganggap Mahfud memiliki citra pendekar hukum. Bahkan pembela wong cilik. Mahfud juga dianggap sebagai pemimpin yang lahir ditempa secara lahir dan batin.

“Beliau ini sosok yang mumpuni, pengetahuan beliau di masalah hukum sangat penuh dengan pengalaman dan mumpuni. Beliau ini merupakan pendekar hukum dan pembela wong cilik,” sambung Mega, dalam acara yang turut dihadiri Ketua Bappilu PPP, Sandiaga Uno.

Mahfud juga dianggap memiliki moralitas dan etika tinggi, yang dibuktikan dari satunya kata dengan perbuatan. Selepas membeberkan Mahfud sebagai cawpares, Mega lantas mengaku ingin mempopulerkan tiga stanzah lagu Indonesia Raya.

Mega membacakan bait dan mencoba menyanyikannya. "Indonesia tanah berseri/Tanah yang aku sayangi/Marilah kita berjanji/Indonesia abadi."

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.